Kamis, 26 Maret 2015

Aperture dan Ketajaman Gambar

Fotografer pemula sering kali terkejut ketika menyadari bahwa lensa mahal yang baru mereka beli terasa tidak tajam di setiap pengaturan aperture. Jika sobat bertanya pada fotografer yang lebih berpengalaman dalam artian profesional, mereka akan menginformasikan bahwa ada perbedaan dalam hal ketajaman gambar di setiap aperture yang kita gunakan. Setiap lensa memiliki aperture optimal dimana dia akan bekerja dengan optimal, dengan kata lain kita menyebutnya dengan hasil yang tajam. 
Aperture yang menghasilkan foto paling tajam atau biasa disebut dengan "Sweet Spot" sangat beragam dari lensa ke lensa, tetapi sebagai patokan, kebanyakan lensa memiliki "Sweet spot" ketika mereka diturunkan antara 2 atau 3 stop dari aperture maksimum. Sebagai contoh pada lensa yang memiliki aperture maksimum f/2.8 memiliki "sweet spot" di aperture f/8.0.

Sebenarnya ada satu cara yang sederhana dan menyenangkan untuk menguji lensa-lensa tersebut. Sobat hanya membutuhkan sebuah tripod dan koran. Untuk melakukan test atau pengujian ini yang harus kalian lakukan adalah dengan menempelkan selembar koran di tembok, dan pastikan mendapat cahaya yang cukup. Kedua, pasang kamera kalian di sebuah tripod, lihatlah pada waterpas di tripod untuk memastikan bahwa kamera dan dinding benar-benar sejajar. Ambillah serangkaian foto dengan exposure paling lebar hingga paling sempit dengan menurunkan satu stop tiap jepretan/frame (jangan lupa untuk melakukan perubahan pada shutter speed agar mendapatkan exposure yang pas serta konsisten.) Teruslah memotret sampai kalian telah mendapatkan satu exposure (foto) untuk setiap aperture.

Sobat kemudian bisa mendownload atau mentransfer foto-foto tersebut ke Personal Computer (PC), dan buka semua foto tersebut lalu bandingkan! Bandingkan hasil foto menggunakan metadata atau yang sering disebut dengan EXIF, untuk melihat berapa pengaturan aperture yang digunakan. Sobat jangan terkejut ketika melihat hasil perbandingannya, sering kali hasil ketajamannya berbeda di setiap aperture.

Tips Singkat Fotografi

  1. Untuk melatih kemampuan panning anda, potretlah benda yang sedang bergerak dengan kecepatan normal (orang naik motor misalnya), gunakan mode shutter priority dan set shutter speed maksimal 1/30 detik, lebih lambat lebih baik. Perhatikan background anda! 
  2. Untuk memotret makro (jarak super dekat), aktifkan fitur Live View kamera digital anda agar lebih mudah memeriksa depht of field dan fokus.
  3. Filter CPL (polarisasi) sangat berguna untuk menghilangkan pantulan sinar matahari di air dan kaca, dan juga berfungsi memperbaiki warna langit. Pernahkah anda mengenakan kacamata hitam dengan polariser? 
  4. Saat memotret bayi/anak-anak, pastikan anda memusatkan perhatian ke mata. Tak ada yang bisa mengalahkan keindahan mata anak-anak. 
  5. Megapiksel bukanlah fitur terpenting dari sebuah kamera, ukuran sensorlah fitur yang paling penting
  6. Untuk foto portait (wajah) di luar ruangan, usahakan ketika cuaca sedang mendung. Kalaupun tidak, carilah daerah yang redup dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sinar matahari membuat bayangan yang keras di wajah. 
  7. Ketika anda memotret di kondisi minim cahaya dan kesusahan menggunakan autofokus, gantilah dengan manual fokus. Fitur autofokus dikamera biasanya cukup lama mencari titik fokus di kondisi remang-remang. 
  8. Untuk foto siluet, pastikan anda matikan flash serta gunakan mode sunset (untuk kamera pocket), untuk SLR gunakan mode manual dan ukurlah eksposur di area terang di belakang obyek.
  9. Download-lah buku manual versi pdf untuk kamera anda, sehingga anda mudah melakukan pencarian secara cepat untuk kata yang ingin anda ketahui dibanding harus membolak-balik halaman kertas.
  10. Sebelum berangkat memotret, periksa kembali setting kamera anda, jangan sampai anda mneggunakan setting yang salah (memotret landscape dengan ISO 1000 misalnya). Menurut para fotografer pro, urutan pengecekan yang baik adalah berikut: cek White Balance – aktifkan fitur Highlight warning – cek settingan ISO – cek ukuran Resolusi foto anda. 
  11. Formatlah memory card hanya di kamera, jangan pernah memformat memory card dikomputer. Selain jauh lebih cepat dan mudah juga jauh lebih aman jika anda melakukannya di kamera.
  12. Jika anda memiliki kapasitas hard disk berlebih di komputer serta suka melakukan foto editing, gunakan format RAW saat memotret, jika tidak cukup gunakan JPG.
  13. Jika anda benar-benar menyukai fotografi landscape, fotolah di jam-jam berikut: dari jam 5 sampai jam 8 pagi, serta dari jam 4 sampai jam 7 sore.
  14. Ketika memotret, lihatlah area paling terang yang masuk ke viewfinder anda. Kalau terangnya terlalu mencolok dibanding area lain, gantilah sudut pemotretan.
  15. Untuk memotret HDR, gunakan mode auto bracket. Satu lagi: untuk foto HDR landscape yang dahsyat, tunggulah sampai muncul mendung sedikit, lalu mulailah memotret.
  16. Jika anda membeli lensa atau kamera bekas, pastikan anda melakukan transaksi dengan bertemu penjualnya secara langsung. Anda harus menguji barangnya, memegang dan mencobanya
  17. Sepanjang memungkinkan, gunakan settingan ISO serendah mungkin. Meskipun noise reduction bisa mengurangi noise yang dihasilkan oleh ISO yang tinggi, namun akan mengurangi detail foto secara keseluruhan. 
  18. Kalau warna membuat foto anda terlalu “sibuk” dan ramai, ubahlah foto anda menjadi foto hitam putih
  19. Untuk menghasilkan foto hitam putih yang bagus, perhatikan kontras dalam foto anda. Semakin banyak kontras (area gelap dan terang yang beragam), semakin bagus foto hitam putih anda. 
  20. Bawalah kamera kemanapun anda pergi, cara paling cepat meningkatkan kemampuan fotografi anda adalah dengan memperbanyak jam terbang, tidak ada yang lebih baik.

Pencahayaan natural

Intensitas cahaya

Cahaya langsung yang kuat bisa terasa sangat keras, Sobat bisa menemukan karakter cahaya ini pada hari-hari yang cerah. Cahaya yang keras memperjelas kontras antara cahaya dan bayangan dan bisa terlihat sangat tidak menarik. Sobat akan mendapati subyek yang memiliki bayangan gelap disekitar kantung mata ketika memotret dibawah cahaya matahari yang keras, dan hal ini bisa menyebabkan wajah subyek terlihat lelah

Kontras akan menjadi rendah dan cahaya terlihat lebih menarik ketika memotret dengan cahaya yang kurang intens dan menyebar. Ada beberapa caya yang bisa sobat lakukan untuk mengurangi intensitas serta menyebarkan cahaya ketika matahari bersinar terlalu terang diatas kepala:

Carilah semacam cover atau penutup. Teduhan bisa menjadi difusser yang bagus. Cobalah memotret subye dibawah naungan atau teduhan beranda, teras rumah, atau dibawah bayangan pohon yang besar. ketika memotret ditempat teduh Pastikan subyek ternaungi secara merata, jika ada sedikit saja cahaya matahari yang menembus dan menyinari wajah maka tentu akan mengurangi tampilan foto.

Tidak menemukan tempat teduh? Sobat bisa menggunakan kain transparan yang lebar. Tempatkan kain transparan tersebut diantara subyek dan sumber cahaya. Langit yang berawan bagus membentuk natural light yang bagus untuk fotografi portrait, karena awan yang menutupi cahaya matahari bisa berperan sebagai diffuser. Sobat pada hari yang berawan/mendung mungkin akan perlu untuk menggunakan teknik fill flash agar detail wajah pada subyek masih bisa menonjol dalam foto.

Jika Sobat memotret di dalam ruangan dan menggunakan cahaya matahari yang melewati jendela sebagai sumber cahaya, maka tempatkan subyek sedikit menjauh dari jendela untuk mengurangi intensitas cahaya. Sobat juga bisa menggunakan tirai jendela atau kain transparan diantara subyek dan jendela sebagai difusser.

 

Warna Cahaya

Beberapa cahaya bisa dikatakan "dingin" dan memiliki warna kebiru-biruan, dan beberapa cahaya hangat serta memiliki warna emas. Mata kita secara alami bisa beradaptasi dengan perubahan warna tersebut agar warna terlihat sama ketika dalam kondisi beragam pencahayaan, tetapi tidak pada kamera, oleh karena itu pengaturan white balance dirasa sangat penting. Ketika bekerja dengan natural light atau cahaya alami Sobat bisa menggunakan pengaturan white balance sesuai dengan jenis pencahayaan yang ada seperti sunny, shade atau cloudy, dan lain-lain.

Pengaturan white balance ini mungkin tidak selalu memberikan hasil warna foto yang benar. Warna obyek yang manjadi media pantulan cahaya juga akan mempengaruhi warna cahaya. Jika warna foto tidak benar bisa menyebabkan warna kulit subyek terlihat seperti sakit. Pengaturan white balance terbaik pada kamera adalah custom white balance. Selalu simpan grey card di tas kamera kalian, sehingga Sobat bisa mengatur custom white balance kapan saja saat memotret.

 

Arah Cahaya


Mengetahui dari mana arah cahaya akan membantu kalian dalam memposisikan subyek guna mendapatkan foto terbaik. Mungkin banyak asumsi bahwa posisi terbaik adalah menempatkan subyek menghadap langsung cahaya matahari yang terang agar bagian wajah bisa diterangi, tapi ini bukanlah pilihan yang selalu baik. Subyek yang menghadap matahari secara langsung matanya akan cenderung akan menyipit karena silau. Hal ini juga akan menyebabkan bayangan disekitar kantung mata yang menyebabkan wajah subyek tampak lelah.

Coba potretlah subyek yang diposisikan membelakangi sumber cahaya. Backlight akan menghasilkan higlight yang bagus disekitar rambut, gunakan reflektor atau fill flash untuk mengisi bayangan dan mengangkat detail dibagian wajah. Pilihan posisi bagus lainnya adalah menempatkan subyek disisi atau sedikit dibelakang mereka.

Foto Malam Hari

Mengatur Kecepatan ISO
  • ISO adalah angka yang digunakan untuk mengukur sensitivitas film dan jumlah cahaya yang diperlukan kamera untuk menangkap foto. Jika ingin memotret di malam hari atau ditempat yang kekurangan cahaya, maka yang diperlukan adalah pengaturan ISO yang tinggi pada kamera.
Mengatur Aperture dan Shutter Speed
  • Aperture adalah lubang pada lensa yang mengizinkan cahaya masuk. Biasanya, kamera dengan aperture tinggi harganya lebih mahal karena kemampuannya menangkap cahaya lebih besar ketika memotret.Baca: Tips Memilih Kamera DSLR yang Cocok. Selain itu, shutter speed juga mempengaruhi hasil foto di tempat yang urang cahaya seperti pada malam hari. Apabila shutter speed bergerak perlahan, maka cahaya yang ditangkap juga semakin banyak. Namun perlu diatur secara proporsional juga. Karena pergerakan yang lambat dari shutter speed biasanya menyebabkan gambar menjadi sedikit buram.
Mengatur Flash Kamera
  • Penggunaan flash pada kamera sudah menjadi keharusan untuk Memotret di Malam Hari. Belum lagi jika kamera tidak dilengkapi pengaturan Aperture dan shutter speed. Sayangnya, penggunaan flash biasanya berpengaruh pada efek gambar yang dihasilkan. Sering kan liat foto yang katanya ada bayangan hantu? itu merupakan salah satu bentuk efek yang timbul akibat cahaya flash.
Mengatur Stabilitas Kamera
  • Ini kembali ke skill masing-masing orang saat mengambil foto. Jika kamera yang kta gunakan bergerak saat mengambil foto, maka hasilnya tidak akan bagus. Gunakan tripot (kaki tiga) kamera untuk mengambil foto. Jika menekan uiijuga bakal menimbulkan goyang, coba pakai alternatif timer untuk Memotret di Malam Hari.
Mengatur Format Penyimpanan Foto
  • Jarang ada hasil foto dengan cahaya minim seperti memotret di malam hari akan menghasil kualitas foto yang bagus. Karenanya perlu mendapat sedikit sentuhan aplikasi pengolah foto. Untuk itu, disarankan menyimpan foto dalam format RAW, bukan JPEG. Ini untuk memudahkan pengeditan nantinya.

Rabu, 25 Maret 2015

Macam-macam wireless trigger


  • Basic Manual Trigger

Trigger jenis ini akan memicu flash saat kita menjepret foto. Trigger ini termasuk pada kategori trigger simple alias sederhana karena tidak ada fitur grouping (mengelompokan beberapa flash) atau mengirimkan sinyal TTL untuk pengukuran cahaya secara otomatis.

ada dua pilihan pada jenis trigger ini, ada yang kualitas biasa dengan resiko macet dan jarak tidak bisa jauh, dan yang kualitas dengan jarak lebih jauh dan jarang macet.

Contoh kualitas biasa: YongNuo RF602, PT 40 NE harga sekitar 200-300rb satu pasang.
Contoh kualitas bagus: PocketWizard Plus, Phottix Atlas harga sekitar 2-3 juta satu pasang.

  • Grouping Trigger

Trigger jenis ini memungkinkan kita untuk mengelompokkan lampu kilat. Ini akan sangat membantu jika memotret menggunakan beberapa lampu kilat, trigger ini juga membantu pada saat kita ingin melihat efek dari lampu kilat secara individu atau kelompok. Yang paling penting trigger ini akan memudahkan fotografer yang memakai beberapa lampu kilat tidak harus buka tutup flash satu persatu.

Contoh kualitas biasa: Phottix Strato II harga sekitar 800rb satu pasang.
Contoh kualitas bagus:  PocketWizard Plus III harga sekitar 2.5 juta satu pasang.

  • TTL Radio Trigger

Trigger jenis ini akan kamera bersinkronasi dengan flash dalam mengatur cahaya lampu flash, dan akan mengirimkan sinyal TTL dari kamera ke flash. Trigger ini bisa digunakan untuk mengatur rasio pencahayaan antara beberapa lampu kilat atau kelompok lampu kilat, dan dapat digunakan pada saat memotret dengan shutter speed yang tinggi (high speed sync).

Tips Foto Panning

  • Sinkronisasi
Salah satu aspek yang paling penting dalam fotografi gerak adalah sinkronisasi, yang mengantisipasi saat yang tepat untuk memotret. Jika dibuat terlalu dini, kamera tidak akan menangkap gambar yang bagus dan jika dibuat terlambat, waktu atau gambar yang paling penting terlewatkan. Untuk alasan tersebut, jenis fotografi ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana mengantisipasi saat-saat intensitas maksimum. Namun, anda tidak harus menunggu acara tertentu untuk melatih kemampuan, karena gerakan dapat ditemukan di mana-mana di sekitar kita.

  • Peralatan yang Dibutuhkan
Membekukan suatu subjek dalam sebuah foto dapat dicapai dengan menggunakan flash. Dalam hal lensa yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari, Anda dapat menggunakan hampir semua jenis lensa, tetapi saat pengambilan gambar kegiatan olahraga, lensa tele hukumnya wajib. Jika aksi atau gerak terjadi di dekat kamera, lensa dengan panjang fokus antara 200 mm dan 300 mm sudah cukup. Tetapi untuk aksi atau gerak yang terjadi di panggung, landasan pacu atau stadion, yang berarti jarak yang agak jauh antara kamera dan subjek, anda perlu lensa dengan panjang fokus 400 mm, 500 mm atau bahkan 600 mm dalam situasi tertentu.

  • Waktu Exposure
Aksi atau gerak dapat diabadikan dalam foto dengan dua cara: versi pertama berarti shutter speed rendah dan yang kedua diwakili oleh w
aktu exposure yang menciptakan efek blur dan perasaan gerak. Memindahkan kamera ke arah yang diinginkan relatif mudah jika anda ingin “membekukan” objek yang bergerak, yang dapat ditangkap bahkan dengan nilai yang lebih rendah dari waktu exposure, umumnya antara 1/250 detik dan 1/500 detik. Apabila subjeknya bergerak dengan sudut 45 derajat dari kamera, pembekuan gambar dengan nilai yang disebutkan di atas akan lebih sulit.

Dengan demikian, untuk memastikan gambar tersebut berhasil, disarankan untuk memilih nilai antara 1/500 detik dan 1/1000 detik. Tapi jika anda memotret subjek bergerak dengan kecepatan tinggi, seperti mobil atau atlit yang sedang berlari, anda disarankan untuk memilih nilai sekitar 1/2000 detik.

  • Penempatan Posisi
Selain penggunaan perangkat yang akan membantu menangkap subjek dan pengaturan waktu exposure yang tepat, posisi kamera merupakan faktor penting yang berkontribusi pada keberhasilan fotografi gerak. Lokasinya harus sesuai dengan orang yang akan melihat gambar. Jika Anda berhasil merefleksikan pemirsa ke dalam suasana dan mengatur adegan, gambar anda akan lebih memukau.

Beberapa istilah dlm fotografi yang amat perlu difahami


  •  APS: Advanced Photo System
  •  DIL : Drop in Loading
  •  CID : Cartridge Identification number
  •  FID : Film strip Identification number
  •  USC : Uniform Sigma Crystal/kristal sigma seragam
  •  Kristal sigma : Butir-butir perak halida
  •  AFS : Auto Focus Silent Wave Motor
  •  AFD : Auto Focus Distance Information
  •  DIR : Development Inhibitor Releaser
  •  SPD : Silicon Photo Diode
  •  LCD : Liquid Crystal Display
  •  LED : Light Emitting Diode, lampu
  •  ISO/ASA : Derajat sensitivitas film
  •  ISO : International Standart Organization
  • ASA : American Standart Association
  • DIN : Deutsche Industry Norm
  • NiMH : Nikel Metal Hydride
  • NiCd : Nikel Cadmium
  • DRAM : Data Random Acces Memory
  • RISC : Reduce Intruction Set Computer
  • CCD : Charge Couple Device (pada kamera digital)
  • CPL : Circular Polarizing
  • USM : Ultrasonic motor
  • ESP : Elektro-Selective Pattern (Sistem pengkuran cahaya otomatik, di saat kondisi kesenjangan kecerahannya sangat besar
  • SLR : single Lens Reflek, kamera lensa tunggal yang menggunakan cermin dan prisma
  • TLR : Twin lens Refleks, kamera yang menggunakan dua lensa , satu untuk melihat, lainnya utnuk meneruskan cahaya ke film
  • Lens Mount : Dudukan lensa
  • MF : Manual Fokus
  • AF : Auto Fokus
  • Fps : Frame per second:, satuan kecepatan pengambilan gambar dalam gambar perdetik
  • DOF : Depth of Field; ruang tajam, merupakan jarak, dimana gambar masih terlihat tajam/focus, bergantung pada: diafragma, panjang lensa dan jarak objek
  • GN : Guide number; kekuatan cahaya blitz merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma
  • AR Range : Tingkat terang cahaya dimana system autofocus masih dapat bekerja, dalam satuan EV
  • EV : Exposure Value; kekuatan cahaya. Sample, EV=0 kekuatan cahaya pada difragma f/1,0 kecepatan 1 detik
  • Exposure mode : Modus pencahayaan, pada umumnya ada 4 tipe: manual, Aperture priority, Shutter priority dan Programed (auto)
  • Aperture : Diafragma
  • Lens Hood : Tudung lensa
  • Aperture priority : Prioritas pengaturan pada diafragma, kecepatan rana otomatis
  • Shutter : Rana
  • Shutter Priority : Prioritas pengaturan pada kecepatan rana, diafragma otomatis
  • Exposure compensation :Kompensasi pencahayaan, membuat alternatif pencahayaan dari normal menjadi lebih atau kurang
  • Flash Exposure Compensation : Kompensasi pencahayaan blitzt
  • Metering: Pola pengaturan cahaya, biasanya terbagi dalam 3 kategori, centerweighted, evaluative/matrix, dan spot
  • Center weighted Metering : Pengukuran pencahayaan pada 60% daerah tengah gambar
  • Evaluative/Matrix : Pengukuran pencahayaan berdasarkan segmen-segmen dan presentase tertentu
  • Spot : Pengukuran pencahayaan hanya pada titik tertentu
  • View finder : Jendela bidik
  • Built in Dioptri: Dilengkapi dengan pengatur dioptri (lensa+ atau – bagi mereka yang berkacamata)
  • Eye piece Blind : Tirai penutup jendela bidik
  • Interchangeable Focusing Screen : Fasilitas untuk dapat mengganti focusing screen
  • Focusing screen : Layar focus
  • Bracheting : Pengambilan gambar yang sama menggunakan pengukuran pencahayaan yang berbeda
  • Flash Sync : Sinkron kilat, kecepatan maksimum agar body dan flash masih bekerja harmonis
  • TTL: Through The Lens, Sistem pengukuran pencahayaan melalui lensa
  • Remote Flash : Melepaskan lampu kilat dari badan kameranya dan meletakkannya si duatu tempat untuk mendapatkan efek foto yang diinginkan
  • Bounce : Cahaya lampu kilat yang di pantulkan ke langit-langit atau bidang lain sehingga cahaya menerangi objek secara merata
  • Slave unit : (Lampu kilat + mata listrik/elctric eye); adalah alat abntu yang sanggup menyalakan lampu kilat bila mata itu menerima sinar dari lampu kilat lain
  • Wireless TTL : Sistem pengukuran TTL tanpa melalui kabel
  • Multiple exposure : Fasilitas pemotretan berulang pada fram eyang sama
  • Pupup Flash : Blitz kecil, terbuat menyatu dengan body
  • Stop : Satuan pencahayaan, 1 stop sama dengan 1 EV
  • Red Eye Reduction : fasilitas untuk mengurangi efek mata merah yang biasa terjadi pada pemotretan menggunakan blitz pada malam hari
  • PC terminal : Terminal untuk blitz di luar hot shoe
  • Hot shoe : Kaki blitz
  • Mirror Lock up : Pengunci cermin, agar getaran dapat dikurangi pada saat rana bergerak
  • Shiftable program : Pada mode program, exposure setting dapat diubah secara otomatis dalam EV yang sama, misalnya dari 1/125 menjadi 1/250 detik, f 5.6 dmenjadi f 11
  • Second Curtain Sync : Fasilitas untuk menyalakan blitz sesaat sebelum rana menutup
  • Shutter release : Pelepas rana
  • Self Timer : Alat penangguh waktu pada kamera
  • Vertical Grip : Alat pelepas rana utnuk pengambilan secra vertical tanpa harus memutar tangan
  • Data Imprint : Fasilitas pencetakan data tanggal pada film
  • Reloadable to last frame: fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah ke posisi terakhir yang terpakai
  • Fill In flash : Blitz pengisi, dalam kondisi tidak memerlukan blitz, blitz tetap dinyalakan untuk menerangi bagian-bagian yang gelap seperti bayangan
  • Intervalometer : Fasilitas epmotretan otomatis dalam jarak waktu yang tertentu
  • Multispot : Pengukuran pencahayaan dari beberapa titik
  • Back : Sisi belakang kamera, berfungis pula sebagai penutup film
  • Bayonet : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk pergantian lensa
  • Bulk film : Film kapasitas 250 exposure
  • Wide lens : lensa lebar, mempunya jarak titik bakar yang pendek, lebih pendek dari 50,,, biasanya:
  • · 16-22mm (lensa lebar super)
  • · 24-35mm (lensa lebar medium
  • · 6-15mm (lensa mata ikan)
  • Push : Meningkatkan kepekaan film dalam pemotretan, missal dari ISO 100-200/lebih
  • Pull : kebalikan dari Push
  • Main light : Cahaya pengisi/tambahan
  • Foto wedding : Potraiture berpasangan (menciptakan rekaman gambar yang romantisme, baik dari posenya maupun dari suasananya
  • Foto wedding terbagi 2 yaitu:
  • Neo Classic Potraiture, ialah bentuk visual foto berpasangan yang beraura romantis
  • Classic wedding, ialah bentuk foto berpasangan yang harus menjadi kenangan
  • Blouwer : Kipas angin yang digunakan pada pemotretan model untuk menghasilkan efek angin
  • Reverse ring : digunakan untuk memasang lensa yang di balik, untuk membuat lensa makro alternatif agar cahaya yang masuk tidak bocor
  • Golden section : Potongan kencana; Hukum komposisi yang mengatakan bahwa keselarasan akan tercapai kalau suatu bidang adalah kesatuan dari 2 bidang yang saling berhubungan
  • Komposisi : susunan garis, bidang, nada, kontras dan tekstur dalam suatu format tertentu
  • Siluet : Teknik pencahayaan untuk menampilkan bentuk objek tanpa menunjukkan detilnya
  • Framing : Pembingkaian objek untuk memberi kesan mendalam/ dimensi objek foto
  • Panning : Teknik pengambilan gambar dengan kesan gerak (berubahnya latar belakang menjaid garis-garis sementara objek utama terekam jelas
  • Sandwich : Teknik menggabungkan foto
  • Cross process : Proses silang, biasanya di lakukan pada film positiv (E6) ke film negatif (C 41), sehingga menimbulkan warna- warna baru pada foto
  • Esai foto : (Biar foto yang bicara), merangkai foto menjadi cerita bertem
  • xposure time kalo ga salah sih lamanya waktu kita ngebuka bukaan ( Biasanya di mode Bulb )
  • Sesuai dengan artinya, Interpolasi merupakan salah satu cara yang dipakai untuk memperbesar ukuran gambar dengan memultiplikasi pixel ukuran gambar yang diduplikasi menjadi lebih besar. Biasanya gambar interpolasi bila dilihat dengan teliti akan menurunkan ketajaman gambar karena bukan hasil asli keluaran dari sensor.
  • HSM : Singkatan dari Hypersonic Motor. Artinya kurang lebih sama dengan USM, auto fokus cepat dan tidak bersuara. Kode ini akan Anda temukan di lensa merek Sigma.

  • AF-S : Sama dengan kode diatas, kode ini akan Anda temukan di lensa merek Nikon.

Shutter Speed Aperture Pengertian


Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram / blur.


Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah kiray / gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan dengan huruf  F  kecil dan dengan satuan sebagai berikut:
f/1.2
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst...

Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa  (f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0,  f/2,8 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/16).

Gambar Aperture pada lensa

Panjang Lensa dan Macam-macam lensa


Panjang lensa  biasa disebut Focal Length
Panjang lensa mempengaruhi:a. JARAK pemotretanb. SUDUT pandangc. PEMBESARANd. FASILITAS BUKAAN DIAFRAGMA
Lensa Khusus:a. Lensa Makro (biasa disebut Macro Lens)b. Penambahan panjang lensa (biasa disebut Tele Converter atau Extender)c. Lensa pengoreksian perspektif pada subjekd. Lensa Lunak (biasa disebut Soft Focus Lens)
  • Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.
  • Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.
  • Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.
  • Lensa Tele. Lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.
  • Lensa Zoom. Merupakan gabungan antara lensa tandar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa idak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa ang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Lensa Makro. Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.

Teknik Fotografi Pemula

A. Fotografi

Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Photo (Cahaya) dan Grafo ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar (tanpa cahaya tidak akan ada hasil foto).


B. Kamera SLR

Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau Kamera D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik (Viewfinder) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa.   Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa  karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa .

Fotografi berkaitan erat dengan cahaya (jadi untuk menghasilkan sebuah foto diperlukan adanya cahaya, tanpa ada cahaya maka tidak akan ada foto), maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed (Kecepatan Rana) dan Aperture (Diafragma).

C. Lensa

Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di bagian luar lensa  biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa  jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.

Selasa, 03 Maret 2015

efek red eye

Bagaimana cara menghindari efek red eye?
Tips fotografi pertama untuk menghilangkan efek red eye pada foto Anda adalah untuk memeriksa apakah kamera Anda memiliki pengaturan built in pengurangan red eye. Kamera DSLR atau kamera point and shoot terbaru biasanya memiliki fitur ini. Pengaturan ini akan mengubah modus lampu kilat untuk membantu secara signifikan mengurangi efek red eye pada foto Anda. Fitur ini sebenarnya menyebabkan flash untuk menyala dua kali dalam dua microbursts.
Lampu kilat kecil pertama berguna untuk menyebabkan pupil subjek Anda berkontraksi dan menutup, yang mengurangi jumlah retina yang terkena lampu kilat. Ketika lampu kilat kedua dipicu, retina dikontraksi menghasilkan hampir tidak ada efek mata yang terlihat merah.
Apakah ada atau tidak kamera Anda memiliki mode built in untuk masalah ini, Anda juga dapat mengambil langkah kedua. Anda dapat mengubah arah lampu kilat. Sebagian besar  unit flash pada body kamera tidak akan memungkinkan Anda untuk mengubah arah lampu kilat, jadi ini akan memerlukan flash terpisah, yang dapat dibeli dengan harga yang relatif murah.
Dengan menggunakan salah satu flash eksternal, Anda dapat mengubah arah strobo dengan mengarahkan lampu kilat ke arah langit-langit, atau bahkan menggunakannya tanpa pemasangan di bodi kamera dan mengarahkan sedikit ke kanan atau kiri dari subjek Anda.
Dan itulah, dua tips fotografi mudah untuk menghilangkan efek red eye yang sangat ditakuti di foto Anda untuk selamanya.

fotografi Infra merah

fotografi Infra merah merupakan sesuatu yang tidak biasa, dalam arti bahwa fotografi Infra merah ini bergantung pada kemampuan kamera digital untuk merekam apa yang tidak terlihat oleh mata dengan menangkap radiasi infra merah daripada gambar. Gelombang infra merah dapat menembus beberapa jenis kabut atau awan sehingga gambar dari objek yang jauh atau tidak terlihat oleh kamera normal dapat diambil.
Infra merah memang dimanfaatkan tidak hanya oleh fotografer, tetapi para ilmuwan dan teknisi juga untuk tujuan tertentu, karena menghasilkan gambar yang tidak tercapai oleh film-film yang umum digunakan. Saat ini, penggemar fotografi infra merah mengacu pada  hobi mereka, yang mengambil gambar dengan cahaya yang tak terlihat.
Pengertian Infra merah atau Infrared dan sering juga disingkat dengan IR adalah bentuk gelombang cahaya yang tidak terlihat oleh mata manusia. Dalam spektrum elektromagnetik, gelombang infra merah dikelompokkan antara cahaya yang terlihat dan gelombang radio, memiliki panjang satu sampai dua ratus mikron atau sepersejuta meter.
Selanjutnya infra merah juga dapat membuat panjang gelombang panas yang yang dipancarkan oleh objek terlihat. Inilah sebabnya mengapa fotografi infra merah sangat penting untuk astronom dan fisikawan.
Fotografi infra merah bukan teknik baru. Hal ini sudah ada selama beberapa tahun, tetapi hanya sedikit yang menggunakannya dengan film, karena harganya yang sangat mahal dan sulit untuk dilakukan. Ketika kamera digital datang,  fotografi infra merah menjadi lebih murah dan lebih mudah.
Sensor CCD dan CMOS kamera digital Anda memiliki kemampuan untuk menangkap cahaya infra merah. Namun, produsen menempatkan filter di depannya untuk menghalangi sinar ultraviolet dan infra merah, karena dapat mengganggu dan mengacaukan gambar.
Jika Anda ingin mengambil foto infra merah, Anda dapat melepas filter blocking dan membiarkan jangkauan gelombang cahaya yang lebih luas yang masuk ke sensor. Memotret tanpa filter akan membutuhkan penyesuaian tertentu untuk kamera Anda, tetapi fotografi infra merah dapat dengan mudah dilakukan dengan kamera digital, karena Anda dapat melihat gambar langsung dan dapat mengambil gambar sebanyak yang Anda inginkan.
Cara lain untuk melakukan fotografi infra merah adalah menempatkan filter IR di depan lensa, tanpa melepas filter sensor. Hal ini memiliki kerugian, sebab menangkap gambar akan memakan waktu lebih lama karena cahaya yang masuk disaring dua kali. Selanjutnya, filter eksternal menghalangi pandangan fotografer, sehingga sulit untuk menyusun komposisi dan fokus.
Hasil gambar dengan menggunakan teknik fotografi infra merah terlihat sangat berbeda dari foto yang diambil dengan cahaya biasa. Awan tampak lebih menarik karena merefleksikan sinar infra merah lebih dari langit. Daun dan tanaman tampak sangat terang sehingga harus diperhatikan agar tidak overexpose. Warna, tidak terlihat sama seperti di dunia nyata dan bahkan juga objek yang berwarna akan terlihat berbeda. Beberapa fotografer suka menggunakan IR pada foto manusia karena kulit terlihat sangat halus

depth of field

Sobat bisa menambah atau mengurangi jumlah cahaya ke film atau sensor gambar hanya dengan satu atau dua langkah, yaitu dengan: merubah shutter speed atau kecepatan shutter (rentang waktu shutter tetap terbuka) atau dengan merubah f-stop(ukuran aperture  yang ada di lensa). Jika Sobat merubah aperture, maka tampilan gambar foto bisa berubah drastis. Perubahan tersebut akan tampak pada area ketajaman atau fokus yang ada di dalam frame foto, dari titik paling tajam sampai ke paling jauh (sering disebut dengan ruang tajam). Nah zona atau area fokus ini dideskripsikan dengan depth of field.


Aperture terbesar (contoh: f2, f4) memberikan depth of field terkecil
Aperture terkecil (contoh: f16, f22) memberikan depth of field terbesar
Semakin kecil sensor maka semakin besar pula depth of field pada aperture yang sama

Depth of field sempit (shallow) - Gambar sebelah kiri diambil dengan menggunakan pengaturan aperture lensa terlebar. Sobat bisa melihat bahwa ada perbedaan ketajaman gambar di bagian depan dan belakang.

Depth of field lebar (maksimum) - gambar sebelah kanan diambil dengan menggunakan pengaturan aperture lensa terkecil. Semua bagian atau elemen yang ada di dalam foto tampak fokus dan tajam baik di bagian belakang maupun depan.

Aksesoris Flash Kamera

FLASH DIFFUSER:


Ada banyak teknik fotografi yang bisa digunakan untuk mengatas masalah diatas, dan salah satunya adalah dengan "Bounce Flash" (memantulkan cahaya flash ke permukaan dinding atau langit), mengontrol output flash itu sendiri, tetapi teknik yang paling sederhana adalah dengan menggunakan diffuser. Flash Diffuser membuat output cahaya yang berasal dari flash menjadi lebih lembut.




Diffuser bisa membantu mengeliminasi cahaya kuat serta bayangan dan tentu foto akan lebih terlihat natural. Diffuser yang beredar di pasaran bisa beragam ukuran dan bentuknya, tergantung dari tipe serta model flash yang Sobat gunakan.


Beberapa Flash telah menyertakan diffuser secara default (seperti contoh diatas : Canon Speedlight, gambar kiri adalah posisi flash tanpa diffuser dan sebelah kanan adalah flash yang menggunakan diffuser). Model flash lainnya terkadang tidak menyertakan fitur ini, tetapi Sobat bisa berinisiatif menambahkannya external diffuser sendiri.

FLASH REFLECTOR

Perangkat fotografi lain yang bisa digunakan pada flash adalah reflector. Tipe reflektor yang beredar di pasaran juga beragam. Reflektor ini biasanya berupa obyek bewarna putih (kartu, kertas atau plastik) yang berfungsi untuk memantulkan cahaya flash agar jangkauan cahaya lebih tersebar di dalam ruangan, dan tentu juga agar kekuatan cahaya flash bisa berkurang.

Sekali lagi reflektor bisa berfungsi untuk mengelimanasi cahaya langsung yang mengarah ke subyek foto, mengurangi cahaya dan bayangan kuat. Jika Sobat berencana membuat sendiri reflector tersebut, pastikan membuatnya dengan menggunakan bahan bewarna putih atau tidak bewarna, jika tidak maka cahaya flash akan memiliki warna sesuai dengan warna reflektor buatan kalian.

UMBRELLA REFLECTORS

Perangkat fotografi yang terakhir ini sering digunakan oleh para profesional ketika menggunakan flash mereka. Fungsinya tentu untuk memantulkan atau merefleksikan cahaya flash ke subyek foto dengan jangkauan area yang luas.