Jumat, 22 Mei 2015

MEMAHAMI CARA METERING KAMERA DSLR

Setiap kamera SLR digital modern dari pabriknya dilengkapi dengan teknologi bernama Metering ModeExposure MeteringCamera Meteringatau untuk lebih praktisnya kita sebut Metering yang sudah dirakit didalamnya. Dalam artikel ini kita akan berusaha memahami apa itu metering? bagaimana cara kerjanya serta beberapa kelemahan utama yang harus kita hadapi (underexposed & overexposed). Dalam artikel selanjutnya, lebih jauh kita pahami tentang mode metering (matrix/evaluative, center weighted & spot metering).

Apa Itu Metering? Apa Gunanya?

Secara prinsip tidak beda dengan meteran gulung yang dipakai pekerja konstruksi atau meteran pita yang dipakai tukang jahit untuk mengukur panjang, hanya metering ini dipakai oleh kamera DSLR untuk mengukur cahaya, yang secara relatif lebih njelimet dibanding dengan mengukur panjang.
Metering dipakai untuk mengukur cahaya yang dilihat oleh kamera (cahaya yang masuk ke lensa). Saat kita melihat obyek foto melalui viewfinder kamera, kondisi cahaya di obyek tersebut akan diukur oleh sistem metering. Tujuan utama dari sistem metering kamera adalah menghasilkan foto yang pas eksposure-nya (baca lagi pengertian eksposure). Metering melakukannya dengan menganalisa tingkat gelap terang sebuah obyek foto kemudian menentukan besarnya shutter speed, aperture serta ISO supaya hasil foto anda pas, tidak terlalu gelap ataupun tidak terlalu terang.


Cara Kerja Sistem Metering Kamera & Kelemahannya
Saat kamera melihat tembok, sistem metering akan mengukur besar cahaya (gelap terang) yang dipantulkan oleh tembok tersebut (reflective). Hal ini mudah saat semua obyek foto memantulkan jumlah cahaya yang sama.
Repotnya, didunia nyata masing-masing benda memiliki tingkat pantulan yang berbeda. Saat kita memotret langit, kalau langitnya biru sempurna metering kamera akan gampang menghitung eksposur karena hanya ada satu tingkat terang yang harus dihitung (biru). Namun saat kita memotret langit dengan tambahan awan putih, metering sekarang harus menghitug kecerahan langit biru dan kecerahan awan putih dan harus berusaha menghasilkan eksposure yang optimal. Sekarang tambahkan gunung dan barisan pepohonan kedalam obyek foto diatas, maka tingkat kompleksitas yang dihadapi metering makin rumit.

Spesifikasi Canon 60d

Dengan segala perubahan dan pembaruannya, Canon EOS 60D ini membuat kelas baru di kelas middle-level.
Canon EOS 60D ini merupakan penerus EOS 50D yang sudah beredar sejak pertengahan tahun 2008 lalu. Melihat bentuk fisiknya, Canon EOS 60D ini memiliki bentuk fisik sedang. Kalau disejajarkan, ukurannya kira-kira berada di tengah-tengah antara EOS 7D dan EOS 550D. Bodi kamera ini menggunakan bahan plastik polycarbonate. Hal ini membuat kamera ini memiliki bobot sekitar 70 gram lebih ringan dibandingkan pendahulunya.
Selain itu, ada juga beberapa perubahan pada tombol-tombol yang ada. Empat buah tombol di dekat layar kecil di atas, yang sebelumnya masing-masing memiliki dua fungsi, sekarang hanya memiliki satu fungsi. Selain itu, terdapat tombol baru di knop pemutar menu. Gunanya untuk mengunci knop agar tidak sengaja tergeser saat sedang memotret. Jadi, untuk berpindah mode, Anda harus menekan tombol tersebut sambil memutar knop.
Joystick empat arah juga dihilangkan, diganti dengan tombol yang digabung dengan jogdial kedua di sebelah kanan layar. Canon EOS 60D ini jug sudah menggunakan layar berukuran 3 inci dengan aspect-ratio 3:2 yang bisa dilipat. Mengambil gambar dengan sudut-sudut rendah atau tinggi dengan live-view kini menjadi lebih mudah dengan bantuan layar lipat ini.
Canon EOS 60D ini dibekali dengan sensor APS-C berkerapatan 18 mega piksel yang juga digunakan pada EOS 7D dan 550D. Kamera ini menggunakan prosesor gambar DIGIC 4 yang juga telah digunakan pada beberapa seri sebelumnya. Kamera ini memiliki rentang sensitivitas dari ISO 100 hingga 6400 dalam tingkatan setiap 1/3 stop. Selain itu, masih tersedia ISO 12800 yang dapat diaktifkan jika dibutuhkan. Kecepatan continous shotkamera ini tercatat lebih lambat jika dibandingkan pendahulunya, yaitu 5,3frame per detik dibandingkan 6,3 frame per detik pada EOS 50D. Namun, kecepatan tersebut masih cukup memadai untuk berbagai kebutuhan.
Canon EOS 60D ini merupakan kamera DSLR kelas menengah yang cukup menyenangkan. Grip yang dimilikinya cukup besar dan nyaman digenggam, bahkan untuk orang yang bertangan besar sekalipun. Antarmuka menu yang digunakan juga masih sama dengan kamera-kamera DSLR Canon sebelumnya (sehingga tidak akan terlalu menyulitkan). Tersedia juga featureCreative Filter yang memungkinkan Anda memberikan efek-efek tertentu langsung dari kamera. Kualitas gambar yang dihasilkan kamera ini juga tergolong sangat baik dengan noise yang terkontrol. Hasil gambar pada ISO 1600 menunjukkan jumlah noise yang tergolong minim. Sementara pada ISO 3200 dan 6400, gambar yang dihasilkan masih lumayan untuk dicetak pada ukuran sedang atau kecil.
Sayangnya ada beberapa perubahan yang malah membuat kamera ini berada “di bawah” pendahulunya, seperti kecepatan continous yang lebih rendah, dan material bodi yang tidak lagi menggunakan metal.
(Steven Irwandi) 
****
Aneka feature baru yang ada pada kamera ini cukup menarik dan sangat membantu para penggunanya. Kekurangan yang ada tidaklah membuat Canon EOS 60D ini terlihat buruk. Secara keseluruhan, kamera ini sangat pantas untuk dimiliki oleh Anda yang beranjak dari kamera DSLR entry-level.

Camera Nikon d5100 Review

Nikon telah merilis sebuah produk terbarunya pada hari Senin kemarin yaitu Nikon D5100. Kamera Nikon D5100 diketahui memiliki sensor 16.2 megapixel serta layar LCD dapat diatur, auto focus-continuous dalam mode film, ISO maksimum 25.600, dan mode Efek Khusus baru dengan empat filter yang bekerja baik untuk pengambilan gambar diam maupun video/film.

Nikon D5100 merupakan seri terbaru dari D5000 yang menjadi kamera DSLR Nikon pertama dengan layar LCD lipat.

Fitur terbaru di D5100 adalah sebagian besar ditujukan untuk pengguna yang ingin merekam video/film dengan DSLR mereka. Kamera ini mampu menangkap film beresolusi 1080p dan 720p di kecepatan 24 atau 30 fps. Layar LCD berukuran 3-inch, dengan kepadatan 921,000-dot yang bisa membalik keluar dan miring hingga 170 derajat, yang dapat digunakan pada modus film dan Live View. Mode Efek Khusus kamera memberikan pengguna empat filter yang dapat diterapkan untuk film maupun gambar diam: Selective Color, Color Sketch, efek tilt-shift, dan Night Vision, yang meningkatkan ISO ke 102400.

D5100 memiliki kemampuan untuk auto fokus continuous pada mode film- suatu fitur yang memulai debutnya di D3100 itu. Salah satu kelemahan yang diketahui dari fitur ini adalah bahwa ia menghasilkan suara keras yang ditangkap oleh mikrofon di-kamera. Untuk membantu mengatasi masalah ini meskipun dengan biaya tambahan untuk konsumen-Nikon merilis mikrofon eksternal baru yang disebut-ME 1 yang sesuai ke hot shoe mount kamera dan colokan ke port input mic. Hal ini dirancang untuk mengkompensasi sebagian besar dari kebisingan yang diciptakan oleh lensa auto-fokus. Mikrofon ME-1 akan dijual secara terpisah mulai bulan April dengan harga $ 180.



Berikut fitur dan spesifikasi dari Nikon D5100 :

* sensor CMOS DX 16 MP (crop factor 1.5x)
* ISO normal 100-6400 (can be raised to ISO 25600)
* burst 4 fps
* full HD movie 1080p, 30 fps, AVCHD H.264
* auto focus while recording video
* LCD Vari-angle 3-inch 921 thousand pixels resolution
* finder cov. 95% with a magnification of 0.78 x
* flash sync 1/200 second
* 11 point AF
* 420 pixels RGB
* Quiet shutter mode
* bracketing dan in camera HDR (tidak ada di D3100)
* Expeed 2 (14 bit)

Kamis, 21 Mei 2015

UII Sukses fsilitasi penyelenggaran OSN bidang Informatika

Image
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Informatika yang diikuti oleh 75 orang siswa SMA yang berasal dari perwakilan provinsi di seluruh Indonesia sukses diselenggarakan di kampus Universitas Islam Indonesia (UII). Even perlombaan tingkat nasional yang berlangsung dari tanggal 19-21 Mei 2015 ini diadakan di ruang CBT (Computer Based Test), Gedung D3 Ekonomi, kampus terpadu UII. Sebagai kampus yang dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara, UII berharap dukungan ini dapat semakin mendorong pengembangan prestasi para siswa SMA yang menggeluti bidang sains informatika. Para pemenang olimpiade akan diikutkan sebagai wakil Indonesia dalam olimpiade di tingkat internasional.
Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, SH, MH, menanggapi kesediaan UII ketika diberi kepercayaan sebagai penyelenggara olimpiade. “Kita mengharapkan UII dapat turut berkontribusi dalam mendukung even perlombaan positif yang mengasah bibit-bibit unggul siswa SMA se-Indonesia dalam bidang informatika”, terangnya kepada Humas UII di ruang kerjanya. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa kesempatan ini sangat baik untuk mengenalkan tentang kampus UII kepada para siswa SMA peserta olimpiade yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Dari segi kesiapan baik infrastruktur maupun SDM, UII memang sangat representatif untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan olimpiade. Saya lihat peserta ini adalah anak-anak pilihan yang berbakat sehingga akan sangat baik jika mereka juga bisa mengenal kampus kita”, jelasnya. Ke depan, Dr. Abdul Jamil berharap UII juga dapat mendukung penyelenggaraan olimpiade serupa di bidang-bidang lainnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penyelenggara OSN Informatika, Inggriani Liem turut mengapresiasi kesiapan dan keramahan UII dalam memfasilitasi pelaksanaan olimpiade. “Terimakasih kepada teman-teman dari UII yang dengan sigap dan ramah membantu kami menyelenggarakan olimpiade sehingga dapat berjalan dengan baik”, ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa OSN Bidang Informatika yang di tahun ini menginjak tahun ke-27 merupakan kelanjutan dari olimpiade serupa yang digelar secara berjenjang mulai dari level sekolah, kabupaten, dan provinsi di seluruh wilayah Indonesia. Soal yang harus diselesaikan peserta berupa persoalan algoritmik dalam bentuk cerita yang harus dicari solusinya dengan membuat program.
“Para peserta disaring secara ketat di berbagai level olimpiade hingga sampai ke tingkat nasional. Pemenang OSN ini akan mengikuti seleksi lanjut dalam tahap pelatnas yang diproyeksikan mewakili nama Indonesia dalam olimpiade di tingkat dunia”, jelas wanita yang berprofesi sebagai dosen asal ITB tersebut.

Saat ini Beasiswa Studi Dalam dan Luar Negeri Relatif Lebih Mudah Diperoleh

Image
Minimnya informasi yang diperoleh mahasiswa menyebabkan tidak banyak yang mengetahui bahwa saat ini ada banyak lembaga yang menawarkan peluang memperoleh beasiswa studi mulai dari S1 hingga S3 bahkan Beasiswa Research baik di Perguruan Tinggi Dalam  Negeri maupun Perguruan Tinggi di Luar Negeri. Hal tersebut mendorong LPM EKONOMIKA UII menyelenggarakan Seminar Beasiswa dengan menghadirkan pembicara-pembicara berpengalaman baik sebagai penerima beasiswa maupun sebagai pengelola lembaga yang menawarkan beasiswa itu sendiri.
“Begitu banyak beasiswa saat ini, untuk memperolehnya juga tergolong mudah, berbeda kondisinya dengan tujuh tahun yang lalu karena masih sedikit yang memberikan beasiswa. Jadi rugi kalau tidak dapat beasiswa.” Demikian disampaikan Kepala Divisi Penyaluran Beasiswa LPDP Rumtini Suwarno saat memberikan penjelasan terkait Beasiswa LPDP di Geadung Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir.
Sebagaimana diketahui sejak didirikan pada tahun 2013, LPDP terus gencar dalam mensosialisasikan dan menawarkan peluang beasiswa kepada Putra-Putri terbaik Indonesia untuk studi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Berbagai macam beasiswa yang ditawarkan LPDP ialah Beasiswa Magister dan Doktor, Beasiswa Tesis dan Disertasi, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Spesialis Kedokteran, Presidential Scholarship.
Dijelaskan Rumtini, pemerintah menyadari dengan memberikan akses pendidikan melalui beasiswa akan melahirkan generasi muda yang produktif di masa yang akan datang. “Pada 2030 Indonesia akan memiliki bonus demografi, Indonesia akan memiliki jumlah penduduk dengan usia produktif yang besar, oleh karena itu harus benar-benar dimanfaatkan, pemberian beasiswa diharapkan akan menghadirkan manusia yang berkualitas dan produktif.” Papar Rumtini.
Ia pun berpesan agar para peserta tidak mudah menyerah dalam mengikuti seleksi beasiswa, “Jangan mudah menyerah, kalau gagal dicoba lagi, sampai saat ini LPDP telah memberikan beasiswa kepada sekitar 3500 orang baik studi di dalam negeri maupun di luar negeri.” Tegas Rumtini.
UII sebagai Perguruan Tinggi Nasional tertua yang juga memiliki cita-cita mendidik mahasiswa menjadi pemimpin bangsa terus mendorong agar semakin banyak kegiatan-kegiatan yang menyediakan berbagai informasi terkait beasiswa. Sebagaimana dijelaskan Beni Suranto, S.T., M.Soft.Eng.,yang merupakan Direktur Direktorat Pengambangan Bakat Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM) UII. “UII memberikan dukungan penuh agar terlaksana kegiatan-kegiatan semacam ini agar semakin banyak mahasiswa UII yang meraih beasiswa.” Ujar Beni.  
Dalam seminar yang diselenggarakan pada Kamis (21/5) tersebut, beberapa pembicara merupakan peraih beasiswa baik dari  LPDP, Australia Awards, dan juga Erasmus Plus yang sebelumnya bernama Erasmus Mundus.

Rabu, 06 Mei 2015

candlelight photography

1. Matikan Flash.

Jika sobat ingin mendapatkan cahaya alami lilin maka matikan flash kalian. Cobalah menggunakan flash, dan Sobat tentu tidak akan mendapatkan cahaya hangat bewarna keemasan yang berasal dari lilin.

2. Gunakan Tripod

Sama seperti pada pemotretan rendah cahaya yang lain, gunakan tripod untuk mendapatkan gambar yang tajam. Shutter speed rendah rentan sekali dengan camera shake atau goncangan kamera. Pastikan kamera kalian tetap diam pada saat pemotretan dengan menggunakan tripod, dan pertimbangkan juga menggunakan shutter release untuk mengurangi guncangan saat Sobat menekan tombol shutter.

3. Tambahkan lilin.

Seperti yang telah kami jelaskan diatas, bahwa tantangan paling besar pada candle photography adalah kurangnya cahaya pada saat pemotretan. Memperbanyak lilin tentu saja bisa memperkuat cahaya, dan tentunya juga akan memberikan kalian keleluasaan dalam mengatur shutter speed,ISO dan aperture.

4. Perlebar jarak lilin.

Menggunakan satu lilin atau memposisikan lilin berdekatan di satu posisi akan menimbulkan cahaya yang membuat bayangan menjadi kuat di wajah subyek. Bayangan tersebut bisa saja apa yang kalian cari, tetapi idealnya cahaya yang menyebar rata akan membentuk bayangan yang lebih lembut.

5. Reflektor Alami

Manfaatkan taplak meja atau serbet yang bewarna putih, benda-benda tersebut bisa menjadireflektor alami untuk menambah cahaya pada subyek foto kalian. Jika tidak percaya cobalah memotret dengan dan tanpa taplak meja yang bewarna putih, tentu foto dengan taplak meja putih akan terexpose lebih bagus dibandingkan satunya. Taplak meja tersebut memantulkan cahaya lilin ke arah wajah subyek foto. Hal ini juga berlaku pada dinding atau atap. Tentu efek nya tidak sebesar yang kita harapkan, tetapi pada kondisi rendah cahaya itu semua akan membantu kalian mendapatkan foto yang lebih baik.

6. Lensa Cepat

Jika Sobat memotret menggunakan kamera DSLR dan memiliki beberapa pilihan lensa, maka pilihlah lensa tercepat yang kalian miliki. Kenapa lensa cepat? karena lensa ini memfasilitasi kalian dengan aperture yang lebih lebar dan itu berarti akan lebih banyak cahaya yang masuk ke kamera. Sobat bisa menggunakan lensa 50mm (f/1.8 atau f1/4). Perhatikan juga bahwa dengan menggunakan aperture lebar akan menghasilkan depth of field atau ruang tajam yang sempit, dan makin sedikit area foto yang akan terfokus. 

7. Zoom dan Aperture

Jika Sobat menggunakan lensa zoom maka perhatikan bahwa semakin pendek focal length maka semakin besar pula aperture maksimal yang bisa digunakan. contoh jika kalian menggunakan lensa kit 18-55mm maka jika kalian menggunakan FL 18mm maka aperture maksimal yang bisa digunakan pun akan semakin lebar f/3.5. Jadi mendekatlah ke subyek pada saat memotret dengan menggunakan focal length pendek (lebar) untuk mendapatkan aperture maksimal yang lebih lebar. 

8. Konteks dan background


cobalah untuk tetap sesimple mungkin, jika memungkinkan tempatkan subyek didepan background bewarna putih. hindari benda-benda atau obyek yang bisa menjadi pemecah perhatian penikmat foto kalian.


9. Shutter Speed

Satu cara untuk mendapatkan banyak cahaya yang masuk ke dalam kamera adalah dengan menggunakan shutter speed lambat. Ingat bahwa dengan mengurangi kecepatan shutter maka akan meningkatkan potensi terekamnya gerakan pada foto (baik itu gerakan subyek, atau api lilin). Jika subyek pemotretan terlihat diam termasuk api lilin, cobalah menggunakan kecepatan 1/15.

10. Pengaturan ISO 

Cara lain ketika menghadapi kondisi rendah cahaya adalah dengan menaikkan ataumeninggikan pengaturan ISO di kamera. Tentu ada konsekuensi ketika kalian merubah pengaturan ISo ini, yaitu timbulnya noise atau grain pada foto kalian. Jika Sobat tidak menghendaki adanya ISO, cobalah tetap menggunakan ISo dibawah 400, lebih dari itu maka kalian akan menemui noise, terutama jika kalian mencetak foto tersebut dengan ukuran besar.

Teknik fotografi

Teknik fotografi ini sering kali terlupakan oleh kebanyakan fotografer pemula. Fitur kamera yang satu ini memberikan keleluasaan bagi fotogarer untuk mengontrol secara presisi porsi yang mana dari frame yang harus diukur untuk mendapatan exposure yang pas.

Secara default kebanyakan kamera DSLR menggunakan metering matrix. matrix merupakan sebuah pemrosesan mutakhir yang membaca intensitas cahaya dari beberapa titik didalam sebuah adegan, lalu kemudian sistem metering ini akan memutuskan apa yang harus "disajikan" untuk hasil dengan exposure yang tepat. Masalah yang timbul ketika menggunakan matrix adalah jika frame kalian mengandung banyak intensitas cahaya yang berbeda atau jika Sobat mencari efek tersendiri dalam sebuah foto.

Sebagai contoh, jika Sobat ingin memotret sebuah siluet pada saat matahari tenggelam, metering matrix akan menghasilkan foto yang overexposure dibagian background akibat kompensasi dari subyek yang ada di foreground. Masih belum mengerti dimana mengatur spot metering? yuk kita baca lagi buku manual, yang mungkin berdebu di dalam kardus kamera kalian. :) tidak sulit kok hanya memerlukan beberapa langkah.

Selasa, 05 Mei 2015

3 Pencahayaan pada Fotografi


  • Pencahayaan Alami
Ini sering digunakan ketika di luar rumah atau dekat jendela besar. Tidak ada cahaya yang lebih bagus atau memungkinkan untuk gambar yang lebih baik dari pencahayaan alami. Waktu terbaik untuk mengambil keuntungan dari pencahayaan alami adalah pada siang hari, kecuali pada tengah hari ketika matahari sangat terik. Pastikan Anda tidak berada dalam area bayangan, dimana bayangan akan mempengaruhi kualitas gambar.

  • Lampu LED
Banyak lampu dirancang sebagai lampu kerja. Namun, ketika pemotretan dalam ruangan, lampu ini terbukti dapat bermanfaat. Beberapa lampu tidak menggunakan listrik tetapi daya baterai. Yang lainnya dapat di charge. Manfaatnya adalah lampu ini sangat terang dan dengan latar belakang putih, sangat memungkinkan untuk pencahayaan yang sempurna. Cahaya lampu bisa bersinar ke samping untuk menciptakan sedikit sinar ambient jika itu adalah efek yang diinginkan.

  • Flash
Kadang-kadang ada saat di mana mencari pencahayaan yang tepat tidak terbukti efektif. Dalam hal ini, sebuah flash kamera adalah sumber pencahayaan terbaik. Namun, dapat sedikit menyulitkan memotret dengan flash. Bahkan, fotografer profesional pun sering berjuang dengan pengaturan lampu flash. Jika Anda harus memilih untuk mengandalkan lampu flash, pastikan Anda menjadi terbiasa dengan flash dan pengaturannya sebelum pemotretan.
Memilih jenis pencahayaan tergantung di mana Anda berencana untuk mengambil gambar. Pemotretan dalam ruangan cenderung menggunakan kombinasi dari lampu LED, lampu spot dan flash kamera adalah merupakan sumber umum yang digunakan untuk pemotretan model atau produk yang terjadi di dalam ruangan.
Lampu kerja yang khas seperti lampu kerja portabel dapat menjadi suatu pilihan dengan harga lumayan murah. Mencoba semua jenis pencahayaan berbeda yang tersedia untuk kebutuhan khusus Anda. Hanya dengan sedikit latihan dan pengalaman, Anda dapat mengukur suatu jenis pencahayaan pada fotografi yang dibutuhkan dalam berbagai situasi.