Jumat, 22 Mei 2015

MEMAHAMI CARA METERING KAMERA DSLR

Setiap kamera SLR digital modern dari pabriknya dilengkapi dengan teknologi bernama Metering ModeExposure MeteringCamera Meteringatau untuk lebih praktisnya kita sebut Metering yang sudah dirakit didalamnya. Dalam artikel ini kita akan berusaha memahami apa itu metering? bagaimana cara kerjanya serta beberapa kelemahan utama yang harus kita hadapi (underexposed & overexposed). Dalam artikel selanjutnya, lebih jauh kita pahami tentang mode metering (matrix/evaluative, center weighted & spot metering).

Apa Itu Metering? Apa Gunanya?

Secara prinsip tidak beda dengan meteran gulung yang dipakai pekerja konstruksi atau meteran pita yang dipakai tukang jahit untuk mengukur panjang, hanya metering ini dipakai oleh kamera DSLR untuk mengukur cahaya, yang secara relatif lebih njelimet dibanding dengan mengukur panjang.
Metering dipakai untuk mengukur cahaya yang dilihat oleh kamera (cahaya yang masuk ke lensa). Saat kita melihat obyek foto melalui viewfinder kamera, kondisi cahaya di obyek tersebut akan diukur oleh sistem metering. Tujuan utama dari sistem metering kamera adalah menghasilkan foto yang pas eksposure-nya (baca lagi pengertian eksposure). Metering melakukannya dengan menganalisa tingkat gelap terang sebuah obyek foto kemudian menentukan besarnya shutter speed, aperture serta ISO supaya hasil foto anda pas, tidak terlalu gelap ataupun tidak terlalu terang.


Cara Kerja Sistem Metering Kamera & Kelemahannya
Saat kamera melihat tembok, sistem metering akan mengukur besar cahaya (gelap terang) yang dipantulkan oleh tembok tersebut (reflective). Hal ini mudah saat semua obyek foto memantulkan jumlah cahaya yang sama.
Repotnya, didunia nyata masing-masing benda memiliki tingkat pantulan yang berbeda. Saat kita memotret langit, kalau langitnya biru sempurna metering kamera akan gampang menghitung eksposur karena hanya ada satu tingkat terang yang harus dihitung (biru). Namun saat kita memotret langit dengan tambahan awan putih, metering sekarang harus menghitug kecerahan langit biru dan kecerahan awan putih dan harus berusaha menghasilkan eksposure yang optimal. Sekarang tambahkan gunung dan barisan pepohonan kedalam obyek foto diatas, maka tingkat kompleksitas yang dihadapi metering makin rumit.

Spesifikasi Canon 60d

Dengan segala perubahan dan pembaruannya, Canon EOS 60D ini membuat kelas baru di kelas middle-level.
Canon EOS 60D ini merupakan penerus EOS 50D yang sudah beredar sejak pertengahan tahun 2008 lalu. Melihat bentuk fisiknya, Canon EOS 60D ini memiliki bentuk fisik sedang. Kalau disejajarkan, ukurannya kira-kira berada di tengah-tengah antara EOS 7D dan EOS 550D. Bodi kamera ini menggunakan bahan plastik polycarbonate. Hal ini membuat kamera ini memiliki bobot sekitar 70 gram lebih ringan dibandingkan pendahulunya.
Selain itu, ada juga beberapa perubahan pada tombol-tombol yang ada. Empat buah tombol di dekat layar kecil di atas, yang sebelumnya masing-masing memiliki dua fungsi, sekarang hanya memiliki satu fungsi. Selain itu, terdapat tombol baru di knop pemutar menu. Gunanya untuk mengunci knop agar tidak sengaja tergeser saat sedang memotret. Jadi, untuk berpindah mode, Anda harus menekan tombol tersebut sambil memutar knop.
Joystick empat arah juga dihilangkan, diganti dengan tombol yang digabung dengan jogdial kedua di sebelah kanan layar. Canon EOS 60D ini jug sudah menggunakan layar berukuran 3 inci dengan aspect-ratio 3:2 yang bisa dilipat. Mengambil gambar dengan sudut-sudut rendah atau tinggi dengan live-view kini menjadi lebih mudah dengan bantuan layar lipat ini.
Canon EOS 60D ini dibekali dengan sensor APS-C berkerapatan 18 mega piksel yang juga digunakan pada EOS 7D dan 550D. Kamera ini menggunakan prosesor gambar DIGIC 4 yang juga telah digunakan pada beberapa seri sebelumnya. Kamera ini memiliki rentang sensitivitas dari ISO 100 hingga 6400 dalam tingkatan setiap 1/3 stop. Selain itu, masih tersedia ISO 12800 yang dapat diaktifkan jika dibutuhkan. Kecepatan continous shotkamera ini tercatat lebih lambat jika dibandingkan pendahulunya, yaitu 5,3frame per detik dibandingkan 6,3 frame per detik pada EOS 50D. Namun, kecepatan tersebut masih cukup memadai untuk berbagai kebutuhan.
Canon EOS 60D ini merupakan kamera DSLR kelas menengah yang cukup menyenangkan. Grip yang dimilikinya cukup besar dan nyaman digenggam, bahkan untuk orang yang bertangan besar sekalipun. Antarmuka menu yang digunakan juga masih sama dengan kamera-kamera DSLR Canon sebelumnya (sehingga tidak akan terlalu menyulitkan). Tersedia juga featureCreative Filter yang memungkinkan Anda memberikan efek-efek tertentu langsung dari kamera. Kualitas gambar yang dihasilkan kamera ini juga tergolong sangat baik dengan noise yang terkontrol. Hasil gambar pada ISO 1600 menunjukkan jumlah noise yang tergolong minim. Sementara pada ISO 3200 dan 6400, gambar yang dihasilkan masih lumayan untuk dicetak pada ukuran sedang atau kecil.
Sayangnya ada beberapa perubahan yang malah membuat kamera ini berada “di bawah” pendahulunya, seperti kecepatan continous yang lebih rendah, dan material bodi yang tidak lagi menggunakan metal.
(Steven Irwandi) 
****
Aneka feature baru yang ada pada kamera ini cukup menarik dan sangat membantu para penggunanya. Kekurangan yang ada tidaklah membuat Canon EOS 60D ini terlihat buruk. Secara keseluruhan, kamera ini sangat pantas untuk dimiliki oleh Anda yang beranjak dari kamera DSLR entry-level.

Camera Nikon d5100 Review

Nikon telah merilis sebuah produk terbarunya pada hari Senin kemarin yaitu Nikon D5100. Kamera Nikon D5100 diketahui memiliki sensor 16.2 megapixel serta layar LCD dapat diatur, auto focus-continuous dalam mode film, ISO maksimum 25.600, dan mode Efek Khusus baru dengan empat filter yang bekerja baik untuk pengambilan gambar diam maupun video/film.

Nikon D5100 merupakan seri terbaru dari D5000 yang menjadi kamera DSLR Nikon pertama dengan layar LCD lipat.

Fitur terbaru di D5100 adalah sebagian besar ditujukan untuk pengguna yang ingin merekam video/film dengan DSLR mereka. Kamera ini mampu menangkap film beresolusi 1080p dan 720p di kecepatan 24 atau 30 fps. Layar LCD berukuran 3-inch, dengan kepadatan 921,000-dot yang bisa membalik keluar dan miring hingga 170 derajat, yang dapat digunakan pada modus film dan Live View. Mode Efek Khusus kamera memberikan pengguna empat filter yang dapat diterapkan untuk film maupun gambar diam: Selective Color, Color Sketch, efek tilt-shift, dan Night Vision, yang meningkatkan ISO ke 102400.

D5100 memiliki kemampuan untuk auto fokus continuous pada mode film- suatu fitur yang memulai debutnya di D3100 itu. Salah satu kelemahan yang diketahui dari fitur ini adalah bahwa ia menghasilkan suara keras yang ditangkap oleh mikrofon di-kamera. Untuk membantu mengatasi masalah ini meskipun dengan biaya tambahan untuk konsumen-Nikon merilis mikrofon eksternal baru yang disebut-ME 1 yang sesuai ke hot shoe mount kamera dan colokan ke port input mic. Hal ini dirancang untuk mengkompensasi sebagian besar dari kebisingan yang diciptakan oleh lensa auto-fokus. Mikrofon ME-1 akan dijual secara terpisah mulai bulan April dengan harga $ 180.



Berikut fitur dan spesifikasi dari Nikon D5100 :

* sensor CMOS DX 16 MP (crop factor 1.5x)
* ISO normal 100-6400 (can be raised to ISO 25600)
* burst 4 fps
* full HD movie 1080p, 30 fps, AVCHD H.264
* auto focus while recording video
* LCD Vari-angle 3-inch 921 thousand pixels resolution
* finder cov. 95% with a magnification of 0.78 x
* flash sync 1/200 second
* 11 point AF
* 420 pixels RGB
* Quiet shutter mode
* bracketing dan in camera HDR (tidak ada di D3100)
* Expeed 2 (14 bit)

Kamis, 21 Mei 2015

UII Sukses fsilitasi penyelenggaran OSN bidang Informatika

Image
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Informatika yang diikuti oleh 75 orang siswa SMA yang berasal dari perwakilan provinsi di seluruh Indonesia sukses diselenggarakan di kampus Universitas Islam Indonesia (UII). Even perlombaan tingkat nasional yang berlangsung dari tanggal 19-21 Mei 2015 ini diadakan di ruang CBT (Computer Based Test), Gedung D3 Ekonomi, kampus terpadu UII. Sebagai kampus yang dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara, UII berharap dukungan ini dapat semakin mendorong pengembangan prestasi para siswa SMA yang menggeluti bidang sains informatika. Para pemenang olimpiade akan diikutkan sebagai wakil Indonesia dalam olimpiade di tingkat internasional.
Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, SH, MH, menanggapi kesediaan UII ketika diberi kepercayaan sebagai penyelenggara olimpiade. “Kita mengharapkan UII dapat turut berkontribusi dalam mendukung even perlombaan positif yang mengasah bibit-bibit unggul siswa SMA se-Indonesia dalam bidang informatika”, terangnya kepada Humas UII di ruang kerjanya. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa kesempatan ini sangat baik untuk mengenalkan tentang kampus UII kepada para siswa SMA peserta olimpiade yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Dari segi kesiapan baik infrastruktur maupun SDM, UII memang sangat representatif untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan olimpiade. Saya lihat peserta ini adalah anak-anak pilihan yang berbakat sehingga akan sangat baik jika mereka juga bisa mengenal kampus kita”, jelasnya. Ke depan, Dr. Abdul Jamil berharap UII juga dapat mendukung penyelenggaraan olimpiade serupa di bidang-bidang lainnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penyelenggara OSN Informatika, Inggriani Liem turut mengapresiasi kesiapan dan keramahan UII dalam memfasilitasi pelaksanaan olimpiade. “Terimakasih kepada teman-teman dari UII yang dengan sigap dan ramah membantu kami menyelenggarakan olimpiade sehingga dapat berjalan dengan baik”, ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa OSN Bidang Informatika yang di tahun ini menginjak tahun ke-27 merupakan kelanjutan dari olimpiade serupa yang digelar secara berjenjang mulai dari level sekolah, kabupaten, dan provinsi di seluruh wilayah Indonesia. Soal yang harus diselesaikan peserta berupa persoalan algoritmik dalam bentuk cerita yang harus dicari solusinya dengan membuat program.
“Para peserta disaring secara ketat di berbagai level olimpiade hingga sampai ke tingkat nasional. Pemenang OSN ini akan mengikuti seleksi lanjut dalam tahap pelatnas yang diproyeksikan mewakili nama Indonesia dalam olimpiade di tingkat dunia”, jelas wanita yang berprofesi sebagai dosen asal ITB tersebut.

Saat ini Beasiswa Studi Dalam dan Luar Negeri Relatif Lebih Mudah Diperoleh

Image
Minimnya informasi yang diperoleh mahasiswa menyebabkan tidak banyak yang mengetahui bahwa saat ini ada banyak lembaga yang menawarkan peluang memperoleh beasiswa studi mulai dari S1 hingga S3 bahkan Beasiswa Research baik di Perguruan Tinggi Dalam  Negeri maupun Perguruan Tinggi di Luar Negeri. Hal tersebut mendorong LPM EKONOMIKA UII menyelenggarakan Seminar Beasiswa dengan menghadirkan pembicara-pembicara berpengalaman baik sebagai penerima beasiswa maupun sebagai pengelola lembaga yang menawarkan beasiswa itu sendiri.
“Begitu banyak beasiswa saat ini, untuk memperolehnya juga tergolong mudah, berbeda kondisinya dengan tujuh tahun yang lalu karena masih sedikit yang memberikan beasiswa. Jadi rugi kalau tidak dapat beasiswa.” Demikian disampaikan Kepala Divisi Penyaluran Beasiswa LPDP Rumtini Suwarno saat memberikan penjelasan terkait Beasiswa LPDP di Geadung Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir.
Sebagaimana diketahui sejak didirikan pada tahun 2013, LPDP terus gencar dalam mensosialisasikan dan menawarkan peluang beasiswa kepada Putra-Putri terbaik Indonesia untuk studi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Berbagai macam beasiswa yang ditawarkan LPDP ialah Beasiswa Magister dan Doktor, Beasiswa Tesis dan Disertasi, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Spesialis Kedokteran, Presidential Scholarship.
Dijelaskan Rumtini, pemerintah menyadari dengan memberikan akses pendidikan melalui beasiswa akan melahirkan generasi muda yang produktif di masa yang akan datang. “Pada 2030 Indonesia akan memiliki bonus demografi, Indonesia akan memiliki jumlah penduduk dengan usia produktif yang besar, oleh karena itu harus benar-benar dimanfaatkan, pemberian beasiswa diharapkan akan menghadirkan manusia yang berkualitas dan produktif.” Papar Rumtini.
Ia pun berpesan agar para peserta tidak mudah menyerah dalam mengikuti seleksi beasiswa, “Jangan mudah menyerah, kalau gagal dicoba lagi, sampai saat ini LPDP telah memberikan beasiswa kepada sekitar 3500 orang baik studi di dalam negeri maupun di luar negeri.” Tegas Rumtini.
UII sebagai Perguruan Tinggi Nasional tertua yang juga memiliki cita-cita mendidik mahasiswa menjadi pemimpin bangsa terus mendorong agar semakin banyak kegiatan-kegiatan yang menyediakan berbagai informasi terkait beasiswa. Sebagaimana dijelaskan Beni Suranto, S.T., M.Soft.Eng.,yang merupakan Direktur Direktorat Pengambangan Bakat Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM) UII. “UII memberikan dukungan penuh agar terlaksana kegiatan-kegiatan semacam ini agar semakin banyak mahasiswa UII yang meraih beasiswa.” Ujar Beni.  
Dalam seminar yang diselenggarakan pada Kamis (21/5) tersebut, beberapa pembicara merupakan peraih beasiswa baik dari  LPDP, Australia Awards, dan juga Erasmus Plus yang sebelumnya bernama Erasmus Mundus.

Rabu, 06 Mei 2015

candlelight photography

1. Matikan Flash.

Jika sobat ingin mendapatkan cahaya alami lilin maka matikan flash kalian. Cobalah menggunakan flash, dan Sobat tentu tidak akan mendapatkan cahaya hangat bewarna keemasan yang berasal dari lilin.

2. Gunakan Tripod

Sama seperti pada pemotretan rendah cahaya yang lain, gunakan tripod untuk mendapatkan gambar yang tajam. Shutter speed rendah rentan sekali dengan camera shake atau goncangan kamera. Pastikan kamera kalian tetap diam pada saat pemotretan dengan menggunakan tripod, dan pertimbangkan juga menggunakan shutter release untuk mengurangi guncangan saat Sobat menekan tombol shutter.

3. Tambahkan lilin.

Seperti yang telah kami jelaskan diatas, bahwa tantangan paling besar pada candle photography adalah kurangnya cahaya pada saat pemotretan. Memperbanyak lilin tentu saja bisa memperkuat cahaya, dan tentunya juga akan memberikan kalian keleluasaan dalam mengatur shutter speed,ISO dan aperture.

4. Perlebar jarak lilin.

Menggunakan satu lilin atau memposisikan lilin berdekatan di satu posisi akan menimbulkan cahaya yang membuat bayangan menjadi kuat di wajah subyek. Bayangan tersebut bisa saja apa yang kalian cari, tetapi idealnya cahaya yang menyebar rata akan membentuk bayangan yang lebih lembut.

5. Reflektor Alami

Manfaatkan taplak meja atau serbet yang bewarna putih, benda-benda tersebut bisa menjadireflektor alami untuk menambah cahaya pada subyek foto kalian. Jika tidak percaya cobalah memotret dengan dan tanpa taplak meja yang bewarna putih, tentu foto dengan taplak meja putih akan terexpose lebih bagus dibandingkan satunya. Taplak meja tersebut memantulkan cahaya lilin ke arah wajah subyek foto. Hal ini juga berlaku pada dinding atau atap. Tentu efek nya tidak sebesar yang kita harapkan, tetapi pada kondisi rendah cahaya itu semua akan membantu kalian mendapatkan foto yang lebih baik.

6. Lensa Cepat

Jika Sobat memotret menggunakan kamera DSLR dan memiliki beberapa pilihan lensa, maka pilihlah lensa tercepat yang kalian miliki. Kenapa lensa cepat? karena lensa ini memfasilitasi kalian dengan aperture yang lebih lebar dan itu berarti akan lebih banyak cahaya yang masuk ke kamera. Sobat bisa menggunakan lensa 50mm (f/1.8 atau f1/4). Perhatikan juga bahwa dengan menggunakan aperture lebar akan menghasilkan depth of field atau ruang tajam yang sempit, dan makin sedikit area foto yang akan terfokus. 

7. Zoom dan Aperture

Jika Sobat menggunakan lensa zoom maka perhatikan bahwa semakin pendek focal length maka semakin besar pula aperture maksimal yang bisa digunakan. contoh jika kalian menggunakan lensa kit 18-55mm maka jika kalian menggunakan FL 18mm maka aperture maksimal yang bisa digunakan pun akan semakin lebar f/3.5. Jadi mendekatlah ke subyek pada saat memotret dengan menggunakan focal length pendek (lebar) untuk mendapatkan aperture maksimal yang lebih lebar. 

8. Konteks dan background


cobalah untuk tetap sesimple mungkin, jika memungkinkan tempatkan subyek didepan background bewarna putih. hindari benda-benda atau obyek yang bisa menjadi pemecah perhatian penikmat foto kalian.


9. Shutter Speed

Satu cara untuk mendapatkan banyak cahaya yang masuk ke dalam kamera adalah dengan menggunakan shutter speed lambat. Ingat bahwa dengan mengurangi kecepatan shutter maka akan meningkatkan potensi terekamnya gerakan pada foto (baik itu gerakan subyek, atau api lilin). Jika subyek pemotretan terlihat diam termasuk api lilin, cobalah menggunakan kecepatan 1/15.

10. Pengaturan ISO 

Cara lain ketika menghadapi kondisi rendah cahaya adalah dengan menaikkan ataumeninggikan pengaturan ISO di kamera. Tentu ada konsekuensi ketika kalian merubah pengaturan ISo ini, yaitu timbulnya noise atau grain pada foto kalian. Jika Sobat tidak menghendaki adanya ISO, cobalah tetap menggunakan ISo dibawah 400, lebih dari itu maka kalian akan menemui noise, terutama jika kalian mencetak foto tersebut dengan ukuran besar.

Teknik fotografi

Teknik fotografi ini sering kali terlupakan oleh kebanyakan fotografer pemula. Fitur kamera yang satu ini memberikan keleluasaan bagi fotogarer untuk mengontrol secara presisi porsi yang mana dari frame yang harus diukur untuk mendapatan exposure yang pas.

Secara default kebanyakan kamera DSLR menggunakan metering matrix. matrix merupakan sebuah pemrosesan mutakhir yang membaca intensitas cahaya dari beberapa titik didalam sebuah adegan, lalu kemudian sistem metering ini akan memutuskan apa yang harus "disajikan" untuk hasil dengan exposure yang tepat. Masalah yang timbul ketika menggunakan matrix adalah jika frame kalian mengandung banyak intensitas cahaya yang berbeda atau jika Sobat mencari efek tersendiri dalam sebuah foto.

Sebagai contoh, jika Sobat ingin memotret sebuah siluet pada saat matahari tenggelam, metering matrix akan menghasilkan foto yang overexposure dibagian background akibat kompensasi dari subyek yang ada di foreground. Masih belum mengerti dimana mengatur spot metering? yuk kita baca lagi buku manual, yang mungkin berdebu di dalam kardus kamera kalian. :) tidak sulit kok hanya memerlukan beberapa langkah.

Selasa, 05 Mei 2015

3 Pencahayaan pada Fotografi


  • Pencahayaan Alami
Ini sering digunakan ketika di luar rumah atau dekat jendela besar. Tidak ada cahaya yang lebih bagus atau memungkinkan untuk gambar yang lebih baik dari pencahayaan alami. Waktu terbaik untuk mengambil keuntungan dari pencahayaan alami adalah pada siang hari, kecuali pada tengah hari ketika matahari sangat terik. Pastikan Anda tidak berada dalam area bayangan, dimana bayangan akan mempengaruhi kualitas gambar.

  • Lampu LED
Banyak lampu dirancang sebagai lampu kerja. Namun, ketika pemotretan dalam ruangan, lampu ini terbukti dapat bermanfaat. Beberapa lampu tidak menggunakan listrik tetapi daya baterai. Yang lainnya dapat di charge. Manfaatnya adalah lampu ini sangat terang dan dengan latar belakang putih, sangat memungkinkan untuk pencahayaan yang sempurna. Cahaya lampu bisa bersinar ke samping untuk menciptakan sedikit sinar ambient jika itu adalah efek yang diinginkan.

  • Flash
Kadang-kadang ada saat di mana mencari pencahayaan yang tepat tidak terbukti efektif. Dalam hal ini, sebuah flash kamera adalah sumber pencahayaan terbaik. Namun, dapat sedikit menyulitkan memotret dengan flash. Bahkan, fotografer profesional pun sering berjuang dengan pengaturan lampu flash. Jika Anda harus memilih untuk mengandalkan lampu flash, pastikan Anda menjadi terbiasa dengan flash dan pengaturannya sebelum pemotretan.
Memilih jenis pencahayaan tergantung di mana Anda berencana untuk mengambil gambar. Pemotretan dalam ruangan cenderung menggunakan kombinasi dari lampu LED, lampu spot dan flash kamera adalah merupakan sumber umum yang digunakan untuk pemotretan model atau produk yang terjadi di dalam ruangan.
Lampu kerja yang khas seperti lampu kerja portabel dapat menjadi suatu pilihan dengan harga lumayan murah. Mencoba semua jenis pencahayaan berbeda yang tersedia untuk kebutuhan khusus Anda. Hanya dengan sedikit latihan dan pengalaman, Anda dapat mengukur suatu jenis pencahayaan pada fotografi yang dibutuhkan dalam berbagai situasi.

Kamis, 26 Maret 2015

Aperture dan Ketajaman Gambar

Fotografer pemula sering kali terkejut ketika menyadari bahwa lensa mahal yang baru mereka beli terasa tidak tajam di setiap pengaturan aperture. Jika sobat bertanya pada fotografer yang lebih berpengalaman dalam artian profesional, mereka akan menginformasikan bahwa ada perbedaan dalam hal ketajaman gambar di setiap aperture yang kita gunakan. Setiap lensa memiliki aperture optimal dimana dia akan bekerja dengan optimal, dengan kata lain kita menyebutnya dengan hasil yang tajam. 
Aperture yang menghasilkan foto paling tajam atau biasa disebut dengan "Sweet Spot" sangat beragam dari lensa ke lensa, tetapi sebagai patokan, kebanyakan lensa memiliki "Sweet spot" ketika mereka diturunkan antara 2 atau 3 stop dari aperture maksimum. Sebagai contoh pada lensa yang memiliki aperture maksimum f/2.8 memiliki "sweet spot" di aperture f/8.0.

Sebenarnya ada satu cara yang sederhana dan menyenangkan untuk menguji lensa-lensa tersebut. Sobat hanya membutuhkan sebuah tripod dan koran. Untuk melakukan test atau pengujian ini yang harus kalian lakukan adalah dengan menempelkan selembar koran di tembok, dan pastikan mendapat cahaya yang cukup. Kedua, pasang kamera kalian di sebuah tripod, lihatlah pada waterpas di tripod untuk memastikan bahwa kamera dan dinding benar-benar sejajar. Ambillah serangkaian foto dengan exposure paling lebar hingga paling sempit dengan menurunkan satu stop tiap jepretan/frame (jangan lupa untuk melakukan perubahan pada shutter speed agar mendapatkan exposure yang pas serta konsisten.) Teruslah memotret sampai kalian telah mendapatkan satu exposure (foto) untuk setiap aperture.

Sobat kemudian bisa mendownload atau mentransfer foto-foto tersebut ke Personal Computer (PC), dan buka semua foto tersebut lalu bandingkan! Bandingkan hasil foto menggunakan metadata atau yang sering disebut dengan EXIF, untuk melihat berapa pengaturan aperture yang digunakan. Sobat jangan terkejut ketika melihat hasil perbandingannya, sering kali hasil ketajamannya berbeda di setiap aperture.

Tips Singkat Fotografi

  1. Untuk melatih kemampuan panning anda, potretlah benda yang sedang bergerak dengan kecepatan normal (orang naik motor misalnya), gunakan mode shutter priority dan set shutter speed maksimal 1/30 detik, lebih lambat lebih baik. Perhatikan background anda! 
  2. Untuk memotret makro (jarak super dekat), aktifkan fitur Live View kamera digital anda agar lebih mudah memeriksa depht of field dan fokus.
  3. Filter CPL (polarisasi) sangat berguna untuk menghilangkan pantulan sinar matahari di air dan kaca, dan juga berfungsi memperbaiki warna langit. Pernahkah anda mengenakan kacamata hitam dengan polariser? 
  4. Saat memotret bayi/anak-anak, pastikan anda memusatkan perhatian ke mata. Tak ada yang bisa mengalahkan keindahan mata anak-anak. 
  5. Megapiksel bukanlah fitur terpenting dari sebuah kamera, ukuran sensorlah fitur yang paling penting
  6. Untuk foto portait (wajah) di luar ruangan, usahakan ketika cuaca sedang mendung. Kalaupun tidak, carilah daerah yang redup dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sinar matahari membuat bayangan yang keras di wajah. 
  7. Ketika anda memotret di kondisi minim cahaya dan kesusahan menggunakan autofokus, gantilah dengan manual fokus. Fitur autofokus dikamera biasanya cukup lama mencari titik fokus di kondisi remang-remang. 
  8. Untuk foto siluet, pastikan anda matikan flash serta gunakan mode sunset (untuk kamera pocket), untuk SLR gunakan mode manual dan ukurlah eksposur di area terang di belakang obyek.
  9. Download-lah buku manual versi pdf untuk kamera anda, sehingga anda mudah melakukan pencarian secara cepat untuk kata yang ingin anda ketahui dibanding harus membolak-balik halaman kertas.
  10. Sebelum berangkat memotret, periksa kembali setting kamera anda, jangan sampai anda mneggunakan setting yang salah (memotret landscape dengan ISO 1000 misalnya). Menurut para fotografer pro, urutan pengecekan yang baik adalah berikut: cek White Balance – aktifkan fitur Highlight warning – cek settingan ISO – cek ukuran Resolusi foto anda. 
  11. Formatlah memory card hanya di kamera, jangan pernah memformat memory card dikomputer. Selain jauh lebih cepat dan mudah juga jauh lebih aman jika anda melakukannya di kamera.
  12. Jika anda memiliki kapasitas hard disk berlebih di komputer serta suka melakukan foto editing, gunakan format RAW saat memotret, jika tidak cukup gunakan JPG.
  13. Jika anda benar-benar menyukai fotografi landscape, fotolah di jam-jam berikut: dari jam 5 sampai jam 8 pagi, serta dari jam 4 sampai jam 7 sore.
  14. Ketika memotret, lihatlah area paling terang yang masuk ke viewfinder anda. Kalau terangnya terlalu mencolok dibanding area lain, gantilah sudut pemotretan.
  15. Untuk memotret HDR, gunakan mode auto bracket. Satu lagi: untuk foto HDR landscape yang dahsyat, tunggulah sampai muncul mendung sedikit, lalu mulailah memotret.
  16. Jika anda membeli lensa atau kamera bekas, pastikan anda melakukan transaksi dengan bertemu penjualnya secara langsung. Anda harus menguji barangnya, memegang dan mencobanya
  17. Sepanjang memungkinkan, gunakan settingan ISO serendah mungkin. Meskipun noise reduction bisa mengurangi noise yang dihasilkan oleh ISO yang tinggi, namun akan mengurangi detail foto secara keseluruhan. 
  18. Kalau warna membuat foto anda terlalu “sibuk” dan ramai, ubahlah foto anda menjadi foto hitam putih
  19. Untuk menghasilkan foto hitam putih yang bagus, perhatikan kontras dalam foto anda. Semakin banyak kontras (area gelap dan terang yang beragam), semakin bagus foto hitam putih anda. 
  20. Bawalah kamera kemanapun anda pergi, cara paling cepat meningkatkan kemampuan fotografi anda adalah dengan memperbanyak jam terbang, tidak ada yang lebih baik.

Pencahayaan natural

Intensitas cahaya

Cahaya langsung yang kuat bisa terasa sangat keras, Sobat bisa menemukan karakter cahaya ini pada hari-hari yang cerah. Cahaya yang keras memperjelas kontras antara cahaya dan bayangan dan bisa terlihat sangat tidak menarik. Sobat akan mendapati subyek yang memiliki bayangan gelap disekitar kantung mata ketika memotret dibawah cahaya matahari yang keras, dan hal ini bisa menyebabkan wajah subyek terlihat lelah

Kontras akan menjadi rendah dan cahaya terlihat lebih menarik ketika memotret dengan cahaya yang kurang intens dan menyebar. Ada beberapa caya yang bisa sobat lakukan untuk mengurangi intensitas serta menyebarkan cahaya ketika matahari bersinar terlalu terang diatas kepala:

Carilah semacam cover atau penutup. Teduhan bisa menjadi difusser yang bagus. Cobalah memotret subye dibawah naungan atau teduhan beranda, teras rumah, atau dibawah bayangan pohon yang besar. ketika memotret ditempat teduh Pastikan subyek ternaungi secara merata, jika ada sedikit saja cahaya matahari yang menembus dan menyinari wajah maka tentu akan mengurangi tampilan foto.

Tidak menemukan tempat teduh? Sobat bisa menggunakan kain transparan yang lebar. Tempatkan kain transparan tersebut diantara subyek dan sumber cahaya. Langit yang berawan bagus membentuk natural light yang bagus untuk fotografi portrait, karena awan yang menutupi cahaya matahari bisa berperan sebagai diffuser. Sobat pada hari yang berawan/mendung mungkin akan perlu untuk menggunakan teknik fill flash agar detail wajah pada subyek masih bisa menonjol dalam foto.

Jika Sobat memotret di dalam ruangan dan menggunakan cahaya matahari yang melewati jendela sebagai sumber cahaya, maka tempatkan subyek sedikit menjauh dari jendela untuk mengurangi intensitas cahaya. Sobat juga bisa menggunakan tirai jendela atau kain transparan diantara subyek dan jendela sebagai difusser.

 

Warna Cahaya

Beberapa cahaya bisa dikatakan "dingin" dan memiliki warna kebiru-biruan, dan beberapa cahaya hangat serta memiliki warna emas. Mata kita secara alami bisa beradaptasi dengan perubahan warna tersebut agar warna terlihat sama ketika dalam kondisi beragam pencahayaan, tetapi tidak pada kamera, oleh karena itu pengaturan white balance dirasa sangat penting. Ketika bekerja dengan natural light atau cahaya alami Sobat bisa menggunakan pengaturan white balance sesuai dengan jenis pencahayaan yang ada seperti sunny, shade atau cloudy, dan lain-lain.

Pengaturan white balance ini mungkin tidak selalu memberikan hasil warna foto yang benar. Warna obyek yang manjadi media pantulan cahaya juga akan mempengaruhi warna cahaya. Jika warna foto tidak benar bisa menyebabkan warna kulit subyek terlihat seperti sakit. Pengaturan white balance terbaik pada kamera adalah custom white balance. Selalu simpan grey card di tas kamera kalian, sehingga Sobat bisa mengatur custom white balance kapan saja saat memotret.

 

Arah Cahaya


Mengetahui dari mana arah cahaya akan membantu kalian dalam memposisikan subyek guna mendapatkan foto terbaik. Mungkin banyak asumsi bahwa posisi terbaik adalah menempatkan subyek menghadap langsung cahaya matahari yang terang agar bagian wajah bisa diterangi, tapi ini bukanlah pilihan yang selalu baik. Subyek yang menghadap matahari secara langsung matanya akan cenderung akan menyipit karena silau. Hal ini juga akan menyebabkan bayangan disekitar kantung mata yang menyebabkan wajah subyek tampak lelah.

Coba potretlah subyek yang diposisikan membelakangi sumber cahaya. Backlight akan menghasilkan higlight yang bagus disekitar rambut, gunakan reflektor atau fill flash untuk mengisi bayangan dan mengangkat detail dibagian wajah. Pilihan posisi bagus lainnya adalah menempatkan subyek disisi atau sedikit dibelakang mereka.

Foto Malam Hari

Mengatur Kecepatan ISO
  • ISO adalah angka yang digunakan untuk mengukur sensitivitas film dan jumlah cahaya yang diperlukan kamera untuk menangkap foto. Jika ingin memotret di malam hari atau ditempat yang kekurangan cahaya, maka yang diperlukan adalah pengaturan ISO yang tinggi pada kamera.
Mengatur Aperture dan Shutter Speed
  • Aperture adalah lubang pada lensa yang mengizinkan cahaya masuk. Biasanya, kamera dengan aperture tinggi harganya lebih mahal karena kemampuannya menangkap cahaya lebih besar ketika memotret.Baca: Tips Memilih Kamera DSLR yang Cocok. Selain itu, shutter speed juga mempengaruhi hasil foto di tempat yang urang cahaya seperti pada malam hari. Apabila shutter speed bergerak perlahan, maka cahaya yang ditangkap juga semakin banyak. Namun perlu diatur secara proporsional juga. Karena pergerakan yang lambat dari shutter speed biasanya menyebabkan gambar menjadi sedikit buram.
Mengatur Flash Kamera
  • Penggunaan flash pada kamera sudah menjadi keharusan untuk Memotret di Malam Hari. Belum lagi jika kamera tidak dilengkapi pengaturan Aperture dan shutter speed. Sayangnya, penggunaan flash biasanya berpengaruh pada efek gambar yang dihasilkan. Sering kan liat foto yang katanya ada bayangan hantu? itu merupakan salah satu bentuk efek yang timbul akibat cahaya flash.
Mengatur Stabilitas Kamera
  • Ini kembali ke skill masing-masing orang saat mengambil foto. Jika kamera yang kta gunakan bergerak saat mengambil foto, maka hasilnya tidak akan bagus. Gunakan tripot (kaki tiga) kamera untuk mengambil foto. Jika menekan uiijuga bakal menimbulkan goyang, coba pakai alternatif timer untuk Memotret di Malam Hari.
Mengatur Format Penyimpanan Foto
  • Jarang ada hasil foto dengan cahaya minim seperti memotret di malam hari akan menghasil kualitas foto yang bagus. Karenanya perlu mendapat sedikit sentuhan aplikasi pengolah foto. Untuk itu, disarankan menyimpan foto dalam format RAW, bukan JPEG. Ini untuk memudahkan pengeditan nantinya.

Rabu, 25 Maret 2015

Macam-macam wireless trigger


  • Basic Manual Trigger

Trigger jenis ini akan memicu flash saat kita menjepret foto. Trigger ini termasuk pada kategori trigger simple alias sederhana karena tidak ada fitur grouping (mengelompokan beberapa flash) atau mengirimkan sinyal TTL untuk pengukuran cahaya secara otomatis.

ada dua pilihan pada jenis trigger ini, ada yang kualitas biasa dengan resiko macet dan jarak tidak bisa jauh, dan yang kualitas dengan jarak lebih jauh dan jarang macet.

Contoh kualitas biasa: YongNuo RF602, PT 40 NE harga sekitar 200-300rb satu pasang.
Contoh kualitas bagus: PocketWizard Plus, Phottix Atlas harga sekitar 2-3 juta satu pasang.

  • Grouping Trigger

Trigger jenis ini memungkinkan kita untuk mengelompokkan lampu kilat. Ini akan sangat membantu jika memotret menggunakan beberapa lampu kilat, trigger ini juga membantu pada saat kita ingin melihat efek dari lampu kilat secara individu atau kelompok. Yang paling penting trigger ini akan memudahkan fotografer yang memakai beberapa lampu kilat tidak harus buka tutup flash satu persatu.

Contoh kualitas biasa: Phottix Strato II harga sekitar 800rb satu pasang.
Contoh kualitas bagus:  PocketWizard Plus III harga sekitar 2.5 juta satu pasang.

  • TTL Radio Trigger

Trigger jenis ini akan kamera bersinkronasi dengan flash dalam mengatur cahaya lampu flash, dan akan mengirimkan sinyal TTL dari kamera ke flash. Trigger ini bisa digunakan untuk mengatur rasio pencahayaan antara beberapa lampu kilat atau kelompok lampu kilat, dan dapat digunakan pada saat memotret dengan shutter speed yang tinggi (high speed sync).

Tips Foto Panning

  • Sinkronisasi
Salah satu aspek yang paling penting dalam fotografi gerak adalah sinkronisasi, yang mengantisipasi saat yang tepat untuk memotret. Jika dibuat terlalu dini, kamera tidak akan menangkap gambar yang bagus dan jika dibuat terlambat, waktu atau gambar yang paling penting terlewatkan. Untuk alasan tersebut, jenis fotografi ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana mengantisipasi saat-saat intensitas maksimum. Namun, anda tidak harus menunggu acara tertentu untuk melatih kemampuan, karena gerakan dapat ditemukan di mana-mana di sekitar kita.

  • Peralatan yang Dibutuhkan
Membekukan suatu subjek dalam sebuah foto dapat dicapai dengan menggunakan flash. Dalam hal lensa yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari, Anda dapat menggunakan hampir semua jenis lensa, tetapi saat pengambilan gambar kegiatan olahraga, lensa tele hukumnya wajib. Jika aksi atau gerak terjadi di dekat kamera, lensa dengan panjang fokus antara 200 mm dan 300 mm sudah cukup. Tetapi untuk aksi atau gerak yang terjadi di panggung, landasan pacu atau stadion, yang berarti jarak yang agak jauh antara kamera dan subjek, anda perlu lensa dengan panjang fokus 400 mm, 500 mm atau bahkan 600 mm dalam situasi tertentu.

  • Waktu Exposure
Aksi atau gerak dapat diabadikan dalam foto dengan dua cara: versi pertama berarti shutter speed rendah dan yang kedua diwakili oleh w
aktu exposure yang menciptakan efek blur dan perasaan gerak. Memindahkan kamera ke arah yang diinginkan relatif mudah jika anda ingin “membekukan” objek yang bergerak, yang dapat ditangkap bahkan dengan nilai yang lebih rendah dari waktu exposure, umumnya antara 1/250 detik dan 1/500 detik. Apabila subjeknya bergerak dengan sudut 45 derajat dari kamera, pembekuan gambar dengan nilai yang disebutkan di atas akan lebih sulit.

Dengan demikian, untuk memastikan gambar tersebut berhasil, disarankan untuk memilih nilai antara 1/500 detik dan 1/1000 detik. Tapi jika anda memotret subjek bergerak dengan kecepatan tinggi, seperti mobil atau atlit yang sedang berlari, anda disarankan untuk memilih nilai sekitar 1/2000 detik.

  • Penempatan Posisi
Selain penggunaan perangkat yang akan membantu menangkap subjek dan pengaturan waktu exposure yang tepat, posisi kamera merupakan faktor penting yang berkontribusi pada keberhasilan fotografi gerak. Lokasinya harus sesuai dengan orang yang akan melihat gambar. Jika Anda berhasil merefleksikan pemirsa ke dalam suasana dan mengatur adegan, gambar anda akan lebih memukau.

Beberapa istilah dlm fotografi yang amat perlu difahami


  •  APS: Advanced Photo System
  •  DIL : Drop in Loading
  •  CID : Cartridge Identification number
  •  FID : Film strip Identification number
  •  USC : Uniform Sigma Crystal/kristal sigma seragam
  •  Kristal sigma : Butir-butir perak halida
  •  AFS : Auto Focus Silent Wave Motor
  •  AFD : Auto Focus Distance Information
  •  DIR : Development Inhibitor Releaser
  •  SPD : Silicon Photo Diode
  •  LCD : Liquid Crystal Display
  •  LED : Light Emitting Diode, lampu
  •  ISO/ASA : Derajat sensitivitas film
  •  ISO : International Standart Organization
  • ASA : American Standart Association
  • DIN : Deutsche Industry Norm
  • NiMH : Nikel Metal Hydride
  • NiCd : Nikel Cadmium
  • DRAM : Data Random Acces Memory
  • RISC : Reduce Intruction Set Computer
  • CCD : Charge Couple Device (pada kamera digital)
  • CPL : Circular Polarizing
  • USM : Ultrasonic motor
  • ESP : Elektro-Selective Pattern (Sistem pengkuran cahaya otomatik, di saat kondisi kesenjangan kecerahannya sangat besar
  • SLR : single Lens Reflek, kamera lensa tunggal yang menggunakan cermin dan prisma
  • TLR : Twin lens Refleks, kamera yang menggunakan dua lensa , satu untuk melihat, lainnya utnuk meneruskan cahaya ke film
  • Lens Mount : Dudukan lensa
  • MF : Manual Fokus
  • AF : Auto Fokus
  • Fps : Frame per second:, satuan kecepatan pengambilan gambar dalam gambar perdetik
  • DOF : Depth of Field; ruang tajam, merupakan jarak, dimana gambar masih terlihat tajam/focus, bergantung pada: diafragma, panjang lensa dan jarak objek
  • GN : Guide number; kekuatan cahaya blitz merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma
  • AR Range : Tingkat terang cahaya dimana system autofocus masih dapat bekerja, dalam satuan EV
  • EV : Exposure Value; kekuatan cahaya. Sample, EV=0 kekuatan cahaya pada difragma f/1,0 kecepatan 1 detik
  • Exposure mode : Modus pencahayaan, pada umumnya ada 4 tipe: manual, Aperture priority, Shutter priority dan Programed (auto)
  • Aperture : Diafragma
  • Lens Hood : Tudung lensa
  • Aperture priority : Prioritas pengaturan pada diafragma, kecepatan rana otomatis
  • Shutter : Rana
  • Shutter Priority : Prioritas pengaturan pada kecepatan rana, diafragma otomatis
  • Exposure compensation :Kompensasi pencahayaan, membuat alternatif pencahayaan dari normal menjadi lebih atau kurang
  • Flash Exposure Compensation : Kompensasi pencahayaan blitzt
  • Metering: Pola pengaturan cahaya, biasanya terbagi dalam 3 kategori, centerweighted, evaluative/matrix, dan spot
  • Center weighted Metering : Pengukuran pencahayaan pada 60% daerah tengah gambar
  • Evaluative/Matrix : Pengukuran pencahayaan berdasarkan segmen-segmen dan presentase tertentu
  • Spot : Pengukuran pencahayaan hanya pada titik tertentu
  • View finder : Jendela bidik
  • Built in Dioptri: Dilengkapi dengan pengatur dioptri (lensa+ atau – bagi mereka yang berkacamata)
  • Eye piece Blind : Tirai penutup jendela bidik
  • Interchangeable Focusing Screen : Fasilitas untuk dapat mengganti focusing screen
  • Focusing screen : Layar focus
  • Bracheting : Pengambilan gambar yang sama menggunakan pengukuran pencahayaan yang berbeda
  • Flash Sync : Sinkron kilat, kecepatan maksimum agar body dan flash masih bekerja harmonis
  • TTL: Through The Lens, Sistem pengukuran pencahayaan melalui lensa
  • Remote Flash : Melepaskan lampu kilat dari badan kameranya dan meletakkannya si duatu tempat untuk mendapatkan efek foto yang diinginkan
  • Bounce : Cahaya lampu kilat yang di pantulkan ke langit-langit atau bidang lain sehingga cahaya menerangi objek secara merata
  • Slave unit : (Lampu kilat + mata listrik/elctric eye); adalah alat abntu yang sanggup menyalakan lampu kilat bila mata itu menerima sinar dari lampu kilat lain
  • Wireless TTL : Sistem pengukuran TTL tanpa melalui kabel
  • Multiple exposure : Fasilitas pemotretan berulang pada fram eyang sama
  • Pupup Flash : Blitz kecil, terbuat menyatu dengan body
  • Stop : Satuan pencahayaan, 1 stop sama dengan 1 EV
  • Red Eye Reduction : fasilitas untuk mengurangi efek mata merah yang biasa terjadi pada pemotretan menggunakan blitz pada malam hari
  • PC terminal : Terminal untuk blitz di luar hot shoe
  • Hot shoe : Kaki blitz
  • Mirror Lock up : Pengunci cermin, agar getaran dapat dikurangi pada saat rana bergerak
  • Shiftable program : Pada mode program, exposure setting dapat diubah secara otomatis dalam EV yang sama, misalnya dari 1/125 menjadi 1/250 detik, f 5.6 dmenjadi f 11
  • Second Curtain Sync : Fasilitas untuk menyalakan blitz sesaat sebelum rana menutup
  • Shutter release : Pelepas rana
  • Self Timer : Alat penangguh waktu pada kamera
  • Vertical Grip : Alat pelepas rana utnuk pengambilan secra vertical tanpa harus memutar tangan
  • Data Imprint : Fasilitas pencetakan data tanggal pada film
  • Reloadable to last frame: fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah ke posisi terakhir yang terpakai
  • Fill In flash : Blitz pengisi, dalam kondisi tidak memerlukan blitz, blitz tetap dinyalakan untuk menerangi bagian-bagian yang gelap seperti bayangan
  • Intervalometer : Fasilitas epmotretan otomatis dalam jarak waktu yang tertentu
  • Multispot : Pengukuran pencahayaan dari beberapa titik
  • Back : Sisi belakang kamera, berfungis pula sebagai penutup film
  • Bayonet : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk pergantian lensa
  • Bulk film : Film kapasitas 250 exposure
  • Wide lens : lensa lebar, mempunya jarak titik bakar yang pendek, lebih pendek dari 50,,, biasanya:
  • · 16-22mm (lensa lebar super)
  • · 24-35mm (lensa lebar medium
  • · 6-15mm (lensa mata ikan)
  • Push : Meningkatkan kepekaan film dalam pemotretan, missal dari ISO 100-200/lebih
  • Pull : kebalikan dari Push
  • Main light : Cahaya pengisi/tambahan
  • Foto wedding : Potraiture berpasangan (menciptakan rekaman gambar yang romantisme, baik dari posenya maupun dari suasananya
  • Foto wedding terbagi 2 yaitu:
  • Neo Classic Potraiture, ialah bentuk visual foto berpasangan yang beraura romantis
  • Classic wedding, ialah bentuk foto berpasangan yang harus menjadi kenangan
  • Blouwer : Kipas angin yang digunakan pada pemotretan model untuk menghasilkan efek angin
  • Reverse ring : digunakan untuk memasang lensa yang di balik, untuk membuat lensa makro alternatif agar cahaya yang masuk tidak bocor
  • Golden section : Potongan kencana; Hukum komposisi yang mengatakan bahwa keselarasan akan tercapai kalau suatu bidang adalah kesatuan dari 2 bidang yang saling berhubungan
  • Komposisi : susunan garis, bidang, nada, kontras dan tekstur dalam suatu format tertentu
  • Siluet : Teknik pencahayaan untuk menampilkan bentuk objek tanpa menunjukkan detilnya
  • Framing : Pembingkaian objek untuk memberi kesan mendalam/ dimensi objek foto
  • Panning : Teknik pengambilan gambar dengan kesan gerak (berubahnya latar belakang menjaid garis-garis sementara objek utama terekam jelas
  • Sandwich : Teknik menggabungkan foto
  • Cross process : Proses silang, biasanya di lakukan pada film positiv (E6) ke film negatif (C 41), sehingga menimbulkan warna- warna baru pada foto
  • Esai foto : (Biar foto yang bicara), merangkai foto menjadi cerita bertem
  • xposure time kalo ga salah sih lamanya waktu kita ngebuka bukaan ( Biasanya di mode Bulb )
  • Sesuai dengan artinya, Interpolasi merupakan salah satu cara yang dipakai untuk memperbesar ukuran gambar dengan memultiplikasi pixel ukuran gambar yang diduplikasi menjadi lebih besar. Biasanya gambar interpolasi bila dilihat dengan teliti akan menurunkan ketajaman gambar karena bukan hasil asli keluaran dari sensor.
  • HSM : Singkatan dari Hypersonic Motor. Artinya kurang lebih sama dengan USM, auto fokus cepat dan tidak bersuara. Kode ini akan Anda temukan di lensa merek Sigma.

  • AF-S : Sama dengan kode diatas, kode ini akan Anda temukan di lensa merek Nikon.